Bahaya! 3 Makanan Ini Bisa Bikin Mental Health Disorder, Sering Dijumpai Setiap Hari, Yok Cek di Sini

Bahaya! 3 Makanan Ini Bisa Bikin Mental Health Disorder, Sering Dijumpai Setiap Hari,  Yok Cek di Sini

Berikut 3 makanan yang bisa menyebabkan mental health disorder atau penyakit gangguan mental--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM - Berikut 3 makanan yang bisa menyebabkan mental health disorder atau penyakit gangguan mental.

Mental health Disorder mempunyai banyak jenis contohnya seperti Anxiety Disorder, depression, bipolar, skizofrenia, eating Disorder, dan malasah gangguan mental lainnya.

Kesehatan manusia berasal dari 3 sumber yaitu body, mind, dan soul. Ke 3 sumber ini adalah suatu faktor yang tidak terpisahkan. 

Apa yang di makan oleh manusia akan ada dampaknya pada kesehatan mental, salah satu mental health disorder adalah Anxiety.

BACA JUGA:Kenalan Sama Pound Fit Yuk, Olahraga dengan Stik Seperti Bermain Drum, Baik Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Anxiety ini sendiri merupakan gejala yang paling awal dari masalah kesehatan mental, dimana bisa dicegah dari awal agar tidak terjadi masalah mental berat lainnya. Makanan yang perlu untuk dihindari yaitu :

1. Karbohidrat Olahan


Karbohindrat Olahan --

Tidak semua karbohidrat buruk, namun karbohidrat olahan harus dihindari untuk dikonsumsi, misalnya seperti tiramisu, red velvet, martabak, semua jenis mie, roti, dan makanan berbahan dasar karbohidrat olahan lainnya.

Karena segala macam jenis karbohidrat terutama karbohidrat olahan akan sangat cepat meningkatkan gula darah. 

Ada berbagai macam jenis gula akan meningkatkan insulin, ketika insulin meningkat gula darah akan turun, dan ketika gula darah drop karena lonjakan insulin yang terlalu tinggi yang menekan gula darah.

Insulin akan melonjak Tinggi karena tubuh mengkonsumsi karbohidrat olahan yang meningkatkan gula darah secara drastis.

BACA JUGA:Apa itu Hormon Kebahagiaan? Berikut Cara Stimulasinya Agar Terhindar dari Gangguan Mental

Ketika gula darah meningkat drastis, maka juga akan turun drastis dan itu adalah fisiologis yang sangat normal di dalam tubuh ketika insulin masih tersedia didalam tubuh.

Sumber: