Kompi Gelar Pameran & Lelang Lukisan di Novotel Palembang, Ada Karya Pelukis Palembang

Kompi Gelar Pameran & Lelang Lukisan di Novotel Palembang, Ada Karya Pelukis Palembang

Ketua Kompi, Semilang Sutan Fanhar dengan lukisan dari pelukis asal Palembang--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM – Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-77, Komunitas Pelukis Indonesia (Kompi) menggelar Pameran & Lelang Lukisan hasil karya pelukis dari seluruh Indonesia di Lobby Novotel Palembang.

Ada sekitar 70 karya lukis yang dipamerkan di Lobby Novotel Palembang sampai tanggal 9 Juli 2023 mendatang. Lukisan ditawarkan mulai dari harga Rp5 juta hingga Rp50 juta.

Ketua Umum Kompi, Semilang Sutan Fanhar mengatakan, tema lukisan diangkat mengenai kehidupan, alam, abstrak, dan berbagai macam aliran beberapa pelukis dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari Palembang

Disebutkan dia, selama ini seni rupa Indonesia kurang mendapat perhatian dari pemerintah baik daerah maupun pusat. Pihaknya tidak bisa muncul tanpa ada dukungan, sarana, dan lainnya.

BACA JUGA:Manfaatkan Momen Libur Sekolah, Novotel Gelar Lomba Mewarnai

“Untuk kegiatan ini kita  didukung dan difasilitasi oleh Polda Sumsel dan Novotel Palembang.Tema kita angkat dari Polri, tempat dari Novotel Palembang,” terangnya, Selasa 4 Juli 2023.

Menurut dia, hasil penjualan lukisan akan disalurkan untuk kegiatan sosial seperti sebelumnya. Bisa jadi ujarnya, diberikan kepada anggota polisi yang kehidupannya kurang beruntung.

“Kita pernah menggelar pameran dan lelang lukisan peduli Palu Donggala, itu terkumpul sampai Rp1 miliar. Lalu kita juga peduli veteran, kita bantu saat itu Rp600 juta,” tuturnya.

Tugas Kompi sendiri menurut dia adalah mengingatkan melalui dunia seni kepada pemerintah yang peduli seni untuk mengangkat seni rupa Indonesia termasuk Palembang.

BACA JUGA:BBQ Night Novotel Palembang Ramai Diserbu, Jadi Rekomendasi Buat Kamu

Menurut dia, seniman tidak cukup hanya hidup dari lukisan yang dipamerkan. Seniman juga butuh makan dan butuh membeli bahan untuk lukisan. Namun kenyataannya, pelukis tidak bisa menjual karena tidak diberi sarana.

Jadi kalau kita mau hidup, dari lukisan untuk lukisan. Gubernur bisa mengerahkan semua pengusaha untuk menghadiri pameran.

Setidaknya mereka tergerak untuk membeli. Jadi mereka tidak pergi bawa lukisan, pulang bawa lukisan, mau melukis lagi mereka bingung, duit dari mana. Ini yang masih jadi kendala,” tutupnya.

Sumber: