Stok Migor Dipastikan Aman di Palembang, Harganya Masih Terus Naik

Stok Migor Dipastikan Aman di Palembang,  Harganya Masih Terus Naik

Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda melakukan sidak migor di distributor Jl Padang Selasa Palembang, belum lama ini. dikarenakan harga migor yang terus naik.--sumeks.co

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM -  Harga minyak goreng (migor) terus naik dalam dua pekan terakhir di bulan Januari tadi, pada beberapa pasar di Kota Palembang. Kenaikan lumayan tinggi berkisar dari Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kemasan 1 liter. 

Tidak hanya migor kemasan tetapi  kenaikan juga pada migor curah yang harga jualnya hampir sama dengan migor kemasan. Untuk harga per 1 kilo biasanya dijual Rp 14 ribu sekarang Rp 18ribu.

Begitu juga dengan migor kemasan sebut saja merek Sania, Fortune, Minyakita, masing-masing kemasan 1 liter biasa dijual Rp 15ribu saat ini dijual hingga Rp 19ribu.  

Menariknya, stok migor di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang terbilang aman dan cukup. Seperti pantauan di Pasar KM5, Pasar Sekip Ujung dan Pasar Sekip Semai, siang tadi.

BACA JUGA:Pemkot Palembang Raih Standar Pelayanan Publik Terbaik di 2022 versi Ombudsman RI

Di sejumlah penjual mengaku sudah membeli harga migor dengan modal baru sejak awal tahun tadi.

"Karena modalnya sudah naik dari sananya, jadi harga jual kita juga ikut naik. Biasanya kita jual minyak kemasan Rp 15 per 1 liter, sekarang paling murah Rp 17ribu, tergantung dari merek, lain-lain harganya,"ujar Uda Tigor dibincangi di Pasar Sekip Ujung. 

Biasanya kalau terjadi kenaikan itu dikarenakan stok barang yang sedikit atau langka sehingga tidak sebanding dengan tingginya permintaan pembeli. 

Atas kenaikan harga migor ini, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda akhirnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring harga dan ketersediaan minyak goreng.

BACA JUGA:Bulog Sumsel Gelar Operasi Pasar, Jual Beras Murah Rp8.500 Per Kilogram

Seperti dilansir dari sumeks.co Wawako sidak ke gudang minyak CV Mekar Abadi di Jl Padang Selasa, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Kemudian Wawako juga melakukan sidak di Pasar Modern Plaju Palembang. 

"Kita kembali melakukan sidak bersama Dinas Perdagangan dan BPOM Kota Palembang. Ini semua dalam rangka memastikan harga bahan pokok saat ini dan ketersediaannya. Terutama minyak goreng yang sedang naik," kata Fitrianti Agustinda usai sidak.

Fitrianti Agustinda menjelaskan, sidak kali ini bertujuan untuk memastikan harga minyak goreng di distributor dan pasar.

"Dari hasil temuan sidak kita tanyakan berapa harga khusus yang dijual kepada retail ataupun pasar, ternyata yang dijual masih harga sama sejak tiga bulan lalu.

BACA JUGA:Harga Pangan Pokok Mulai Merangkak Naik hingga Jelang Puasa, Apa Sajakah ?

Mereka tidak menaikkan harga kepada retail ataupun pedagang pasar, masih hanya sekitar Rp14.100 sampai Rp15.200. Namun ini tetap kita cross check terus," jelasnya, sewaktu sidak baru-baru ini.

Lanjut Fitrianti Agustinda, Dinas Perdagangan Kota Palembang melaporkan kenaikan harga minyak goreng kemasan hingga Rp17 ribu dan Rp18 ribu di warung-warung.

"Biasanya kisaran Rp15 ribu sampai Rp16 ribu. Yang kami khawatirkan, seandainya tidak mengambil langkah seperti ini, kalau dibiarkan harga dapat terus melonjak. Terlebih sebentar lagi akan puasa," ucapnya.

Kendati demikian, Fitrianti Agustinda menyebutkan kenaikan minyak goreng yang baru terjadi bukan dikarenakan menjelang Ramadan tahun ini.

BACA JUGA:Semen Baturaja Ajak 32 Produk Binaan Ramaikan Bazar UMKM untuk Indonesia 2023

"Sama sekali tidak ada hubungannya menjelang puasa, karena kan masih lama. Namun kita terus mencari apa penyebabnya bisa mahal padahal dari distributor atau agen tidak menaikan harga," ungkapnya.

Oleh karena itu, Fitrianti Agustinda berharap warung-warung tidak menjual terlalu mahal agar harga tetap stabil. 

"Kalau dijual mahal di atas pasaran, takutnya akan berdampak pada bahan pokok lainnya bisa saja naik semua," tukasnya.

 

 

 

Sumber: berbagai sumber