Herman Deru Minta Polisi dan Kejati Kawal Proyek Jembatan P6 Lalan
Gubernur Sumsel Herman Deru menandatangani berita acara kesepakatan bersama tentang tanggung jawab pendanaan dan kelanjutan pembangunan jembatan P6 di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin --
RADARPALEMBANG.ID - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru meminta aparat kepolisian dan kejaksaan turut mengawal pelaksanaan proyek jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin (Muba).
Gubernur Herman Deru mengaku merasa dibohongi terkait kesepakatan yang tidak dijalankan hingga pengerjaannya tidak sesuai dengan target progres yang diharapkan.
"Saya dan Pak Bupati ini orang yang dibohongi. Terlalu banyak kesepakatan yang tidak dijalankan. Hari ini kita pastikan pembangunan tetap berjalan dan tidak boleh ada yang main-main dengan komitmen," kata Deru.
Saat ini rogres pembangunan Jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin (Muba), baru mencapai 43,89 persen. Seharusnya, progres hingga saat ini 47,41 persen, ada deviasi minus 3,52 persen.
BACA JUGA:Keracunan MBG di Sumsel, Herman Deru Bilang Begini
"Progres pembangunan belum mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan data minggu ke-28, realisasi pekerjaan baru mencapai 43,89 persen dari rencana 47,41 persen, dengan deviasi minus 3,52 persen," ujar Deru.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak yang terlibat diminta menandatangani berita acara kesepakatan bersama sebagai bukti tanggung jawab terhadap pendanaan dan kelanjutan proyek strategis tersebut.
Dia juga menegaskan penandatanganan tersebut bukan sekadar formalitas.
"Penandatanganan ini wujud tanggung jawab moral dan sosial kita. Pembangunan Jembatan P6 harus menjadi simbol kepercayaan publik terhadap pemerintah," ungkapnya.
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Herman Deru Tegaskan Larangan Truk Batubara Lalui Jalan Umum
BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Terbitkan SE Seragam Non ASN, Bangun Semangat Kesetaraan dan Identitas
Deru juga menegaskan, pemerintah tak segan mengambil langkah tegas terhadap pihak yang lalai.
"Saya tidak ingin ada lagi alasan. Semua harus bekerja sesuai tanggung jawabnya. Masyarakat Lalan menunggu hasil nyata, bukan janji," tambahnya.
Sumber:


