Pasar Domestik Lemah, Puluhan Produsen Kendaraan Listrik China Terancam Bangkrut, Ubah Aturan Subsidi di 2026
Beberapa analis memprediksi puluhan produsen kendaraan listrik China terancam bangkrut di tahun 2026 karena melemahnya permintaan pasar domestik--
RADARPALEMBANG.ID - Beberapa analis memprediksi puluhan produsen kendaraan listrik China terancam bangkrut di tahun 2026 karena melemahnya permintaan pasar domestik.
Mengutip dari southchinamorningpost, setidaknya ada 50 produsen kendaraan listrik China merugi di bawah tekanan untuk mengurangi skala bisnis atau menghentikan operasi.
Hal tersebut dikarenakan saat ini sektor otomotif negara itu diproyeksi bakal mengalami penurunan penjualan pada 2026 akibat masalah kelebihan produksi dan dukungan pemerintah yang mulai turun.
Indikator tekanan tersebut, bakal terlihat dari berkurangnya insentif tunai dan skema pajak yang selama ini mendorong penjualan kendaraan listrik.
BACA JUGA:Sepanjang 2025 4,6 Juta Unit BYD Laku Terjual, Bagaimana di 2026?
BACA JUGA:Bocoran 10 Mobil Baru Bakal Meluncur di Indonesia pada 2026
Selain itu, insentif pembebasan pajak pembelian sebesar 10 persen untuk pembeli kendaraan listrik akan dikurangi menjadi 5 persen, mulai Januari 2026 dan tetap berlaku sampai tarif normal 10 persen kembali pada 2028.
Faktor-faktor ini dipandang sebagai beban tambahan bagi perusahaan yang sudah berjuang dengan margin keuntungan yang tipis.
Situasi ini mencerminkan perubahan dinamika industri kendaraan listrik China, setelah beberapa tahun pertumbuhan pesat dengan banyaknya pabrikan baru bermunculan.
Para analis menilai hanya perusahaan yang mampu berinovasi, memiliki produk menarik bagi konsumen muda, dan mampu melakukan navigasi tantangan regulasi yang akan bertahan dalam tahap industri yang penuh tantangan ini.
BACA JUGA:Chery Boyong SUV Listrik J6T ke Indonesia, Penasaran? Cek Harganya di Ajang GJAW 2025
BACA JUGA:Mesin V8 Terbaru Toyota Cocok untuk Berbagai Model, Ini Alasanya
Ubah Aturan Subsidi Mobil Baru di 2026
Pemerintah China resmi mengumumkan penyesuaian kebijakan subsidi pembelian mobil baru untuk 2026, yang akan berdampak kepada program tukar-tambah, terutama untuk model dengan harga murah.
Disitat dari Carnewschina, kebijakan baru ini beralih dari sistem subsidi dengan jumlah tetap, menjadi model persentase dari harga kendaraan, dengan batas maksimum tertentu, yang dinilai lebih menyesuaikan berbagai tingkat banderol mobil.
Dalam struktur subsidi baru tersebut, konsumen yang mengganti model lama dan membeli baru akan menerima insentif berdasarkan persentase harga mobil baru.
Sumber:



