Kian Memanas, Wapres Filipina Sara Duterte Ancam Bunuh Presiden Marcos Jr

Ketegangan antar pemimpin negara Filipina kian memanas usai Wakil Presiden (Wapres) Sara Duterte mengancam akan membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr--
Romualdez sebelumnya memangkas hampir dua pertiga anggaran kantor Wapres Filipina.
Tidak hanya dengan Marcos Jr dan Romualdez, Sara juga berselisih dengan Araneta, Ibu Negara Filipina. Beberapa waktu lalu, Araneta mengakui dirinya merasa sakit hati karena Sara tertawa saat ayahnya, mantan Presiden Duterte, dalam sebuah acara menuduh Marcos Jr sebagai "pecandu narkoba".
Usai tuduhan itu, Marcos Jr balik menuding kesehatan Duterte menurun karena penggunaan opioid fentanyl yang kuat dalam jangka panjang. Tidak ada bukti kuat atas tuduhan-tuduhan tersebut.
Aliansi politik antara keluarga Duterte dan Marcos yang sebelumnya sangat kuat, hingga membawa mereka pada kemenangan dalam pemilu tahun 2022 lalu, telah runtuh dan hancur dalam beberapa bulan terakhir.
BACA JUGA:Bawaslu Sumsel Antisipasi Politik Uang Lewat Dompet Digital di Pilkada 2024
BACA JUGA:Ini Kata Bawaslu Sumsel Soal Walk Out-Nya Salah Satu Paslon di Debat Publik Pilkada OKU
Aksi saling menuding dan retorika ekstrem semakin marak menjelang pemilu sela tahun dan pilpres tahun 2028.
Pada Oktober lalu, Sara mengatakan dirinya merasa "dimanfaatkan" setelah bekerja sama dengan Marcos Jr dalam memenangkan pemilu secara telak.
Dia juga pernah menuduh Marcos Jr tidak kompeten dan bahkan mengakui pernah membayangkan untuk memenggal kepala sang presiden.
Sumber: