Mengapa Sahur saat Ramadhan Dipentingkan? Berikut Penjelasan Ulama, Simak di Sini!

Kamis 19-02-2026,14:53 WIB
Reporter : Susi Yenuari
Editor : Susi Yenuari

Karena itu, menurut Buya Yahya, meninggalkan sahur tanpa alasan yang jelas berarti menyia-nyiakan sunnah yang penuh keberkahan.

BACA JUGA:Keutamaan dan Makna Tadarus Ramadhan, Pahala Berlipat Ganda

BACA JUGA:Tips Minum Teh Agar Tetap Sehat Saat Puasa

Selain menekankan pentingnya sahur, Buya Yahya juga mengingatkan tentang anjuran mengonsumsi kurma saat sahur.

Ia menyebut kurma sebagai makanan terbaik untuk sahur, meski bukan selalu yang paling enak menurut selera sebagian orang. “Kurma itu yang terbaik, walaupun bukan yang terenak menurut lidah kita,” tuturnya.

Dalam tradisi Islam, kurma memang memiliki posisi istimewa. Selain menjadi makanan yang dikonsumsi Nabi Muhammad SAW, kurma juga dikenal memiliki kandungan energi alami yang cukup untuk menunjang aktivitas puasa sepanjang hari.

Namun demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa sahur tidak harus mewah atau berlebihan. Intinya adalah tidak meninggalkannya, meskipun hanya sedikit.

BACA JUGA:Mengapa Awal Puasa Ramadhan Berbeda? Berikut Penjelasannya

BACA JUGA:Empat Tata Cara Mengucapkan Niat Puasa Ramadhan yang Benar Beserta Lafal

Lebih jauh, ia mengingatkan agar umat Islam tidak meremehkan persiapan sahur. Menurutnya, banyak orang yang merasa kuat berpuasa tanpa sahur, namun hal tersebut bukan berarti lebih baik.

Ia juga mengingatkan bahwa keberkahan sahur bukan semata-mata pada jumlah makanan, melainkan pada ketaatan mengikuti anjuran Rasulullah SAW.

Menjelang Ramadhan, pesan ini menjadi pengingat penting agar umat Islam tidak hanya fokus pada menu berbuka, tetapi juga memperhatikan sahur sebagai bagian tak terpisahkan dari ibadah puasa.

Dengan demikian, sahur bukan sekadar rutinitas dini hari, melainkan sunnah yang sarat makna, pembeda identitas umat, serta sumber keberkahan dalam menjalankan puasa Ramadhan.

 

 

Kategori :