BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Ramadan, Apakah Puasa Tetap Sah?

Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Ramadan, Apakah Puasa Tetap Sah?

Tidur sepanjang hari saat puasa ramadan, apakah puasa tetap sah? Bagaimana hukumnya!--

RADARPALEMBANG.ID - Banyak orang bertanya, apakah tidur sepanjang hari saat berpuasa membatalkan ibadahnya. Pada dasarnya, tidur bukanlah hal yang membatalkan puasa seperti makan atau minum.

Menurut mayoritas ulama, puasa tetap sah meski seseorang banyak tidur di siang hari, selama ia sudah berniat berpuasa sejak malam sebelumnya.

Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarah al-Muhadhdhab menyatakan "jika seseorang tidur siang penuh setelah berniat puasa pada malam hari, makanya puasanya sah".

Memang sebagian kecil ulama seperti Abu Thayyib bin Salamah berpendapat sebaliknya, tetapi pendapat mayoritas yang dipegang ulama menjelaskan bahwa tidur seharian tidak membatalkan puasa.

BACA JUGA:5 Tips Sahur agar Energi Tahan Lama Saat Berpuasa, Yuk Simak Ulasannya!

BACA JUGA:Keutamaan dan Makna Tadarus Ramadhan, Pahala Berlipat Ganda

Pahala dan Nilai Puasa Saat Banyak Tidur 

Tidur berlebihan tidak membatalkan keabsahan puasa, namun dapat mengurangi nilai ibadah yang diperoleh.

Umat Islam dianjurkan memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbanyak amalan seperti salat, dzikir, membaca al-Quran dan bersedekah.

Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan, "Banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apapun dari puasanya selain rasa lapar". Artinya, berpuasa tanpa mengisi waktu dengan ibadah lain hanya menghasilkan lapar dan haus tanpa pahala yang berarti.

Dengan demikian, meski puasa tetap sah jika hanya diisi tidur panjang, kesempatan beribadah yang terbuang dapat membuat puasa itu kurang bernilai di sisi Allah.

BACA JUGA:Tips Minum Teh Agar Tetap Sehat Saat Puasa

BACA JUGA:Kapan Waktu yang Tepat Minum Kopi Saat Puasa Ramadan?

Apakah Tidur Berlebihan Saat Puasa Disarankan?

Menurut ulama, tidur saat puasa bisa bernilai ibadah jika diniatkan untuk memulihkan tenaga agar dapat terus beribadah dengan baik. Majelis Ulama Indonesia menekankan tidur dengan niat menjaga kesehatan dalam rangka beribadah juga bernilai pahala.

Namun hadits populer "tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah" (HR. Baihaqi) sebaiknya tidak dipahami sebagai izin bermalas-malasan.

Imam al-Ghazali misalnya mengingatkan agar tidak berlebihan tidur di siang hari sebagai salah satu adab puasa.

Syaik Ibnu Utsaimin juga menegaskan seseorang yang tidur seharian hingga salah satu salat wajib terlewat bisa dianggap lalai (harus bertobat). Berbeda jika ia bangun sebentar untuk salat lalu tidur lagi, puasanya tetap sah tetapi kehilangan banyak pahala.

BACA JUGA:Mengapa Awal Puasa Ramadhan Berbeda? Berikut Penjelasannya

BACA JUGA:Doa Buka Puasa Ramadhan, Berikut Lima Opsi yang Bisa Kamu Baca

Islam mendorong keseimbangan antara istirahat dan ibadah.

Sumber: