RADARPALEMBANG.ID - Pada bulan suci Ramadhan, pentingnya sahur sebelum menjalankan puasa kembali diingatkan. Seperti dijelaskan salah satu ulama, yakni Buya Yahya, seorang ulama kharismatik asal Cirebon.
Ada hal-hal yang dapat diketahui mengapa ketika puasa Ramadhan kita sebisa mungkin harus sahur.
Dalam salah satu ceramahnya, Buya Yahya menegaskan bahwa sahur memang berstatus sunnah, namun sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Bahkan, menurutnya, sahur menjadi pembeda utama antara puasa umat Islam dengan puasa yang dilakukan oleh ahli kitab terdahulu.
BACA JUGA:Hukum Tidur Sepanjang Hari Saat Puasa Ramadan, Apakah Puasa Tetap Sah?
BACA JUGA:10 Khasiat Kurma untuk Kesehatan Selama Puasa Ramadan, Wajib Tau Apa Saja!
“Sahur itu sunnah, tapi jangan diremehkan. Nabi sangat menganjurkan sahur. Maka semalas apa pun anda untuk bersahur, tetap persiapkan, ” ujar Buya Yahya.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, sahur bukan sekadar makan sebelum Subuh, melainkan bagian dari keberkahan puasa itu sendiri.
Rasulullah SAW bahkan menekankan agar umatnya tetap bersahur meskipun hanya dengan seteguk air.
“Kalau tidak ada makanan, cukup seteguk air. Jangan tinggalkan sahur. Nabi Muhammad SAW bersabda, bersahurlah kalian,” jelas Buya Yahya melalui YouTube Buya Yahya, Senin, 16 Februari 2026.
BACA JUGA:5 Tips Sahur agar Energi Tahan Lama Saat Berpuasa, Yuk Simak Ulasannya!
BACA JUGA:Doa Buka Puasa Ramadhan, Berikut Lima Opsi yang Bisa Kamu Baca
Buya Yahya menyampaikan bahwa salah satu keistimewaan puasa umat Islam adalah adanya sahur.
Hal ini menjadi pembeda dengan puasa yang dijalankan oleh umat terdahulu.
Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan sahur sebagai bentuk rahmat dan kemudahan bagi umatnya, sekaligus sebagai identitas ibadah puasa dalam Islam.