7 Penyakit yang Butuh Transfusi Darah Selain Hemofilia, Penting untuk Kalian Tahu, Apa Saja?

7 Penyakit yang Butuh Transfusi Darah Selain Hemofilia, Penting untuk Kalian Tahu, Apa Saja?

Ilustrasi proses transfusi darah--

Pada individu dengan anemia, darah tidak dapat membawa oksigen dalam jumlah cukup ke sel-sel di seluruh tubuh.

Ini terjadi karena tidak ada cukup darah atau sel darah merah yang kaya akan hemoglobin untuk mengangkut oksigen. Pengobatan untuk anemia bermacam-macam, tergantung pada tingkat keparahannya.

Dilansir Hematology-Oncology Associates of CNY, apabila anemia defisiensi besi cukup parah, kamu mungkin diobati dengan transfusi sel darah merah.

Sel darah merah membantu mengatasi gejala anemia dengan memberikan sumber zat besi yang bisa digunakan oleh tubuh.

BACA JUGA:Selain Enak Diseruput Pagi Hari, Kopi Ternyata Memiliki Manfaat Baik Bagi Kesehatan Rambut Dan Kulit

7. Trombositopenia

Trombositopenia merupakan kondisi saat jumlah trombosit dalam darah berada dalam jumlah di bawah normal.

Trombosit disebut juga platelet. Sel darah ini berperan menghentikan pendarahan di tempat sayatan atau luka dengan membentuk gumpalan darah. Pasien trombositopenia tidak memiliki cukup trombosit untuk membentuk bekuan darah.

Akibatnya, saat ada luka, kamu mungkin mengalami pendarahan yang terlalu banyak dan sulit dihentikan, mengutip dari Cleveland Clinic.

Orang dengan trombositopenia mungkin tidak memerlukan perawatan jika tidak mengalami masalah yang signifikan.

Namun, pada kasus yang parah, kadang transfusi darah dibutuhkan. Transfusi darah berguna untuk meningkatkan kadar trombosit dalam darah untuk sementara waktu.

Demikianlah sejumlah penyakit yang mengharuskan pasien mendapatkan transfusi darah. Jika kamu memiliki salah satu penyakit ini, segera dapatkan bantuan medis sebelum penyakit berkembang menjadi lebih parah.

 

 

 

Sumber: