Tidak Menjamin Hidup Lebih Sehat, Ternyata Penggunaan Air Fryer Punya Dampak Buruk, Cek Faktanya

Tidak Menjamin Hidup Lebih Sehat, Ternyata Penggunaan Air Fryer Punya Dampak Buruk, Cek Faktanya

Memasak dengan Air Fryer ternyata tidak lebih sehat dan malah berbahaya apabila menggunakannya dengan cara yang tidak tepat--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM - Memasak dengan Air Fryer ternyata tidak lebih sehat apabila menggunakannya dengan cara yang tidak tepat, bahkan bisa menyebabkan penyakit yang berbahaya.

Masih banyak yang masih bingung dan belum mengetahui mengenai dampak penggunaan air fryer yang berlebihan.

Ketika banyak pendapat yang mengatakan bahwa air fryer lebih sehat dibandingkan dengan cara di goreng menggunakan minyak, bisa jadi hal yang lebih buruk akan terjadi lagi untuk kesehatan tubuh.

Hal ini akan terjadi apabila pengunaan air fryer yang tidak tepat dan kurang bijak dalam menggunakannya.

BACA JUGA:Trend 'Natto' Makanan Fermentasi Asal Jepang, Ternyata Punya Banyak Manfaat Untuk Kesehatan Tubuh

Air fryer merupakan proses menggoreng  menggunakan metode udara yang sangat panas dan temperatur yang sangat tinggi.  

makanan sehat atau standar sehat sendiri adalah makanan yang rendah lemak jenuh, makanan yang bebas kolesterol, makanan yang bebas akan zat kimia.

Ketika menggunakan air fryer maka akan ada suatu zat senyawa kimia yang akan dihasilkan yaitu acrylamide.

Senyawa ini memiliki sifat carcinogenik dimana zat ini mempunyai potensi yang akan menyebabkan kanker.

Acrylamide merupakan Zat kimia yang terbentuk ketika makanan dipanaskan melalui maillard reaction yang menyebabkan munculnya zat acrylamide tersebut.

BACA JUGA:Bahaya! 3 Makanan Ini Bisa Bikin Mental Health Disorder, Sering Dijumpai Setiap Hari, Yok Cek di Sini

Zat Acrylamide terbentuk  dari gula dan asam amino ketika dipanaskan akan menimbulkan  Acrylamide.

Dimana zat Acrylamide akan meningkat jika makanan tersebut mengandung banyak zat Pati dan mengandung karbohidrat yang tinggi. Contohnya adalah seperti kentang, roti, singkong, ketela, dan lain-lain.  

Kemudian makanan ini juga dipengaruhi oleh temperatur dan durasi memasak, jadi semakin tinggi temperaturnya dan semakin lama proses memasaknya otomatis jumlah akhir lemaknya akan semakin tinggi.

Sumber: