Sejarah Malam Satu Suro dan Kalender Islam Bagi Masyarakat Jawa

Sejarah Malam Satu Suro dan Kalender Islam Bagi Masyarakat Jawa

Perayaan malam satu Suro ini menjadi tradisi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Jawa.--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM – Tradisi malam satu Suro merupakan perayaan awal bulan Sura yang menjadi awal tahun baru dalam kalender Jawa.

Perayaan malam satu Suro ini menjadi tradisi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Jawa.

Seperti melansir dari berbagai sumber, tradisi malam satu Suro dilaksanakan bertepatan dengan Tahun Baru Islam.

Awal mula perayaan malam satu Suro konon bertujuan untuk memperkenalkan kalender Islam di kalangan masyarakat Jawa.

BACA JUGA:Malam 1 Suro 2023, Ini Menurut Pandangan Syariat Islam, Ada Pantangan Bagi Adat Jawa

Perayaan malam satu Suro bermula pada tahun 931 Hijriah atau 1443 tahun Jawa baru.

Kala itu, awal perayaan malam satu Suro pada zaman pemerintahan kerajaan Demak.

Waktu itu, perayaan malam satu Suro dari Sunan Giri II membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriah (Islam) dengan sistem kalender Jawa pada masa itu.

Sementara menurut catatan sejarah lainnya, penetapan satu Suro sebagai awal tahun baru Jawa dilakukan sejak zaman Kerajaan Mataram.

BACA JUGA:4 Hal yang Dilarang pada Malam Satu Suro, Bila Dilanggar akan Terkena Sial, Ini Penjelasannya

Pada zaman Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).

Tepatnya, perayaan malam satu Suro pertama kali pada 1633 Masehi atau 1555 tahun Jawa.

Untuk perayaan malam satu Suro, Sultan Agung menetapkan Tahun Jawa atau tahun Baru Saka diberlakukan di bumi Mataram.

Sekaligus Sultan Agung Hanyokrokusumo dari Kerajaan Mataram menetapkan 1 Suro sebagai tanda awal tahun baru Jawa.

Sumber: