Malam Hari Jokowi Ingatkan Krisis Mengerikan, Indonesia Harus Waspada

Malam Hari Jokowi Ingatkan Krisis Mengerikan,  Indonesia Harus Waspada

Presden Jokowi buka zikir dan doa kebangsaan 77 tahun kemerdekaan Indonesia. Dia ingatkan krisis mengerikan sedang terjadi di dunia dan bisa mengancam Indonesia. --

RADAR PALEMBANG - Presiden Jokowi ingatkan krisis mengerikan akibat  kondisi geopolitik global yang semakin memburuk.

Dampak krisis global yang dipicu perang antara Ukraina dan Rusia telah mengganggu pasokan pangan dunia. Jokowi sebut 6 bulan ke depan 800 juta orang terancam kelaparan di dunia

Jokowi ingatkan krisis mengerikan karena semua negara menghadapi persoalan yang sama,  yaitu ancaman krisis pangan dan krisis keuangan.

Begitu juga dengan Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja. Ancaman krisis mengerikan itu, bisa menyerempet Indonesia jika tidak diantisipasi sejak dini.

BACA JUGA:Bertemu Kaisar, PM dan Para CEO Ini Hasil Kunjungan Jokowi ke Jepang

Presiden Jokowi mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa dunia pada saat ini tidak berada dalam posisi yang baik-baik saja.

Presiden Jokowi menyampaikan soal krisis mengerikan itu pada pembukaan Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka di halaman depan Istana Merdeka, Senin (1/8) malam.

Pada kesempatan itu presiden mengajak semua rakyat Indonesi berdoakan agar terhindar dari krisis mengerikan. Sejumlah negara di dunia mulai kekurangan pasokan pangan.

Menurut presiden, dunia yang belum sepenuhnya pulih karena pandemi Covid-19. Tiba-tiba pecah perang Rusia-Ukraina yang membawa dampak ke berbagai aspek kehidupan.

BACA JUGA:Resesi Sudah di Depan Mata, Presiden Jokowi Ingatkan OJK Perkuat Perbankkan

"Muncul krisis pangan. Krisis energi juga sama. Gas Harganya naik sampai lima kali lipat. Bensin naik dua kali lipat. Inilah kesulitan. Inilah yang dialami hampir semua negara," kata Jokowi, Senin 1 Agustus, malam.

Jokowi mencontohkan dampak dari perang Ukraina dengan Rusia yang membawa masalah pangan di berbagai benua.

Ukraina yang merupakan pengekspor gandum tidak bisa melakukan ekspor akibat perang dengan Rusia.

Jokowi pun mendapatkan kabar saat dia menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy beberapa waktu lalu

BACA JUGA:Kesepakatan Jokowi dengan Zalenskyy, Indonesia dan Ukraina Bebas Visa Kunjungan

"Ada stok di Ukraina di gudang 22 juta ton, stok proses panen 55 juta. Artinya 77 juta gandum di Ukraina enggak bisa keluar karena perang," kata dia.

Di Rusia, lanjut Jokowi, dirinya juga menerima kabar yang sama dari Presiden Vladimir Putin.

"Stok gandum di Rusia 130 juta ton, berarti Ukraina plus Rusia jumlah stok gandum ada 207 juta ton. Bukan 207 ton, tetapi 207 juta ton, ini yang mengakibatkan 333 juta orang kelaparan," kata dia.

Jokowi juga memprediksi enam bulan ke depan 800 juta orang akan kelaparan akut karena tidak ada yang mau dimakan.

BACA JUGA:Hari Ke-2 Presiden di Medan, Jokowi Ungkap Pembicaraan Dengan Zelensky dan Putin"Sekali lagi, alhamdulilah, beras di Australia masih bisa kita cari dan tidak naik sekali. Ini patut kita syukuri berkat kerja keras bapak ibu, berkat ikhitar gotong royong kita bersama-sama," kata Jokowi.

Oleh karena itu, eks gubernur DKI Jakarta itu menilai negara kecil maupun besar mengalami hal yang sama sehingga muncul krisis ketiga.

Jokowi mengatakan fase ketiga ini ialah krisis keuangan. "Beberapa negara yang tidak kuat ambruk karena sudah tidak memiliki uang cash baik untuk membeli energi bensin dan gas atau membeli pangan.

Sekali lagi, marilah kita berdoa bersama, zikir bersama, memohon kepada Allah SWT agar negara kita selalu dilimpahi energi dan pangan dan kita tidak kekurangan akan hal itu.

Dan kita berusaha berikhtiar bersama-sama agar kita justru melimpah dan bisa membantu negara-negara lain yang sedang kesulitan saat ini," kata dia. (tan/jpnn)

 

Sumber: