Raimar Yousnadi juga mengakui perannya hanya sebagai pihak yang mendampingi Dirut PT Magna Beatum dalam tahapan pengadaan dan rapat proyek, sejak menjabat Branch Manager PT Magna Beatum pada 2014, karena Raimar bukan orang teknis bangunan.
BACA JUGA:Kejar Target Penerimaan Rp 2,6 Triliun, 4.000 AR Jadi Pemeriksa Pajak
Semua hal teknis dan pembuatan dokumen lelang di kerjakan dan disiapkan oleh Tim PT. Magna Beatum di Jakarta yang langsung di Pimpin oleh Ir. M. Fajar Tarigan, sebagai Dirut.
Dan juga dibantu oleh arsitek in house Putra, Ir zufahmi sebagai konsultan arsitek dan Tim keuangan Adm Aldiron dan saat itu belum ada kantor PT. Magna Beatum di Palembang.
Ia mengenal Aldrin Tando selaku komisaris PT Magna Beatum karena hubungan pertemanan di bidang olahraga.
Sosok fajar Tarigan sebagai Dirut PT. Magna Beatum dan Tim project Jakarta berperan aktif dalam semua proses Adm lelang, sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia pengadaan PUCK provinsi Sumsel.
BACA JUGA:Ini 5 Pantangan Makanan dan Minuman untuk Pengidap Asam Lambung, Jangan Anggap Sepele!
Menurutnya, surat jaminan pendanaan senilai sekitar Rp500 miliar diperoleh dari BNI 46 Jakarta.
Aldiron Group induk dari PT.Magna Beatum berpengalaman mengerjakan Aldiron Plaza di blok M Jakarta dan Cikini Gold center Jakarta
Terkait progres pembangunan, Raimar Yousnadi menyebut proyek revitalisasi Pasar Cinde hanya mencapai 34 hingga 36 persen sebelum akhirnya diberhentikan sementara oleh Dirut PT. Magna Beatum karena Lock down Covid 19 pada April 2020.
Meski demikian, Raimar Yousnadi meyakini dana telah banyak dikeluarkan perusahaan, untuk semua proses project Rp 109 miliar seperti laporan keuangan PT. Magna Beatum Jakarta.
BACA JUGA:Warning, Hampir Seluruh Komponen Penyumbang Inflasi Alami Tren Kenaikan
Raimar Yousnadi menambahkan, dirinya mendampingi Dirut dalam mengikuti tahapan pengadaan dan rapat-rapat proyek sesuai ketentuan panitia. Sistem bisnis di PT.Magna Beatum, gaya bisnis USA, sangat anti dengan suap /korupsi.