PEMPROV HUT SUMSEL 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Hadapi Ancaman Karhutla, PT BPP Terapkan Sistem Injeksi Air di Lahan Gambut

Hadapi Ancaman Karhutla, PT BPP Terapkan Sistem Injeksi Air di Lahan Gambut

PT Bumi Persada Permai (PT BPP) menerapkan sistem injeksi air untuk menjaga ketersediaan air di sejumlah kawasan yang membutuhkan tambahan pasokan.--

MUBA, RADARPALEMBANG.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau membuat pengelolaan air di kawasan gambut menjadi semakin penting.

Di Banyuasin, PT Bumi Persada Permai (PT BPP) menerapkan sistem injeksi air untuk menjaga ketersediaan air di sejumlah kawasan yang membutuhkan tambahan pasokan.

Sistem tersebut bekerja dengan memindahkan air dari lokasi yang memiliki cadangan menuju kawasan yang mulai mengalami kekurangan air. Sumber air dapat berasal dari sungai, embung maupun sumber lain yang tersedia, kemudian dialirkan menggunakan pompa melalui jaringan yang ada di lapangan.

Pengelolaan air menjadi salah satu bagian penting dalam pencegahan karhutla di lahan gambut. Ketika memasuki periode kering, berkurangnya kandungan air dapat membuat gambut lebih rentan terbakar, termasuk memicu penjalaran api hingga ke lapisan bawah permukaan.

BACA JUGA:Sepanjang Karhutla 2026 Polda Sumsel Tetapkan 39 Tersangka, 16 dari Korporasi

BACA JUGA:Lebih Parah dari Karhutla 2015, Jumlah Hotspot 2026 di Sumsel Tembus 27.861 titik

Expert Water Management PT BPP, Bowo Suratmanto, mengatakan menjaga kelembaban gambut menjadi salah satu langkah penting untuk. mengurangi risiko tersebut.

“Menjaga gambut tetap dalam kondisi lembab merupakan salah satu kunci dalam menekan risiko kebakaran. Selain mempertahankan tinggi muka air melalui infrastruktur tata air, diperlukan langkah tambahan ketika ketersediaan air mulai menurun,” ujar Bowo.

Menurut dia, sistem injeksi memungkinkan air dipindahkan secara bertahap dari satu zona ke zona lainnya. Air tersebut antara lain dimanfaatkan untuk menjaga cadangan pada kanal dan embung agar tetap tersedia ketika kondisi lapangan mulai mengering.

“Prinsipnya bukan hanya menambah volume air, tetapi memastikan air tersedia di lokasi yang membutuhkan dan pada saat yang tepat. Ketersediaan air sangat menentukan efektivitas upaya pencegahan maupun penanganan karhutla,” katanya.

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru dan Walikoto Ratu Dewa Tinjau Langsung Daerah Kerawanan Tinggi Karhutla di Palembang

BACA JUGA:Terjun Langsung, Sherina Munaf Bantu Padamkan Karhutla, Sempat Kesulitan Saat Berangkat ke Kalimantan

Penerapan sistem injeksi air tersebut menjadi bagian dari strategi penanggulangan karhutla PT BPP yang bertumpu pada empat pilar, yakni persiapan (preparation), pencegahan (prevention), deteksi dini (early detection), dan respons cepat (rapid response). Pengelolaan tata air menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus mendukung kesiapan ketika respons lapangan dibutuhkan.

Selain sistem injeksi, pengelolaan air dilakukan melalui sekat kanal untuk membantu menahan dan mengatur pergerakan air di kawasan gambut. Pada lokasi tertentu, sistem tersebut disesuaikan dengan karakteristik hidrologi setempat, termasuk kawasan yang dipengaruhi pasang surut. Meski demikian, ketersediaan air tetap dapat berkurang pada musim kemarau akibat evaporasi dan transpirasi.

Sumber:

Berita Terkait