Kumpulan Cerpen Perempuan di Tengah Labiran Mal, Buku Terbaru dari Maspril Aries
Maspril Aries (kiri) saat membagikan Kumpulan Cerpen Perempuan di Tengah Labiran Mal kepada tokoh masyarakat di Kota Palembang. --
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – September 2026 telah terbit sebuah buku kumpulan cerpen terbaru berjudul “Perempuan di Tengah Labiran Mal” terbitan Pustaka Labrak dan Kaki Bukit Literasi.
Buku yang ditulis Artificial Intelligence atau AI hadir memenuhi ruang literasi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Buku yang penulisnya Artificial Intelligence atau AI hadir di tengah hiruk-pikuk perdebatan global tentang kecerdasan buatan yang kerap dikaitkan dengan otomasi pekerjaan dan ancaman terhadap kreativitas manusia.
Menurut Maspril Aries yang berperan sebagai penyunting dari buku setebal xviii + 212 halaman, “Kumpulan cerpen dalam buku ini bukan karya manusia melainkan karya mesin yang disebut Artificial Intelligence atau AI”.
Buku yang memuat 21 judul cerpen, tidak hanya menawarkan serangkaian cerita pendek. “Buku ini menawarkan sebuah eksperimen, apa yang terjadi ketika mesin diminta menulis sastra, sementara manusia hanya bertindak sebagai penyunting, kurator, atau menjadi ‘penjaga cahaya’ manusiawi di balik kode?” ujar Maspril, Senin 28 September 2026.
Buku “Perempuan di Tengah Labiran Mal”, katanya, adalah karya kolaboratif yang lahir dari dialog antara algoritma dan intuisi. Bukan sekadar kumpulan teks yang dihasilkan mesin, melainkan dokumentasi sastra atas pertanyaan filosofis yang menggugat batas: “Dapatkah mesin memahami dan mencipta keindahan, kerinduan, serta kompleksitas emosi manusia?”
Mengutip Nasir Tamara wartawan senior penulis buku “Revolusi Iran – Dari Tumbangnya Shah Iran Hingga Perang Melawan AS”yang memberikan endorse buku kumpulan cerpen ini, “Buku suntingan penulis berbakat Maspril Aries ini sangat menarik karena untuk pertama kalinya orang Indonesia mengedit cerita-pendek yang dibuat dari AI. Saya belum melihat orang Indonesia lain melakukannya. Karena sesungguhnya kebanyakan orang kita masih awam tentang potensi yang dimiliki AI”.
Menurut Nasir yang juga pendiri Toko Buku Natan di Yogyakarta, dengan suntingan Maspril, karya Akal Imitasi atau Artificial Intelligence bisa menjadi lebih baik mencapai derajat tertinggi dalam sastra. Tentu ini tidak mudah tetapi mungkin dilakukan dengan kerja cerdas dan imajinatif. Di sini bisa terjadi kolaborasi atau konfrontasi antara manusia dengan Akal Imitasi.
BACA JUGA:Buruan, Beli 4 Buku dapat 5 Buku Internasional di Bazar Buku Big Bald Wolf Palembang 2026
BACA JUGA:Debut perdana Kia di IIMS 2026, Raih 2 Penghargaan, Bukukan Ratusan SPK
“Tren pemakaian bantuan dari AI dalam sastra sekarang pun di belahan bumi lain seperti di Amerika Serikat makin meluas memang. Tampaknya tren ini akan mendunia. Maspril telah memeloporinya di Indonesia. Untuk itu ia patut mendapat hadiah MURI”, ujar Nasir Tamara yang pernah menjabat Wakil Pemimpin Redaksi Harian Republika.
Bagi Maspril yang juga pernah bergabung dengan Harian Republika, di Sumatera Selatan (Sumsel) buku kumpulan cerpen “Perempuan di Tengah Labiran Mal”adalah buku pertama yang ditulis oleh AI, bahkan berpotensi menjadi tonggak awal di Indonesia untuk kumpulan cerpen komersial yang secara transparan menempatkan AI sebagai penghasil cerita utama.
Dalam catatan pengantar yang panjang, Maspril Aries menyebut proyek ini sebagai artefak budaya era digital, di mana penciptaan bukan lagi monopoli manusia, melainkan sebuah simbiosis. “AI adalah bukan sekadar alat atau tools jika berada di tangan yang tepat,” tulisnya.
Dari Prompt Sederhana Menuju Karya
Sumber:



