Lahirkan Beban Baru Bagi Konsumen dan Tekan Daya Saing Industri, Opsen Pajak Bakal Gerus Pasar Motor 20 Persen

Lahirkan Beban Baru Bagi Konsumen dan Tekan Daya Saing Industri, Opsen Pajak Bakal Gerus Pasar Motor 20 Persen

Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia atau AISI soal opsen pajak kendaraan bermotor berlaku di tahun 2025.--

JAKARTA, RADARPALEMBANG.ID - Menjelang pergantian tahun, industri otomotif Tanah Air diliputi kekhawatiran karena akan diberlakukannya opsen atau pungutan tambahan pajak terhadap kendaraan bermotor baru mulai awal Januari tahun depan. 

Pelaku industri roda dua pun melakukan simulasi dan membuat kalkulasi. 

Hasilnya, pasar sepeda motor tahun depan diperkirakan bakal terdampak, seperti pasar mobil, dengan tingkat penurunan hingga 20 persen akibat pemberlakuan opsen pajak ini.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan penurunan penjualan hingga 20 persen akan terjadi karena dipicu oleh naiknya harga sepeda motor baru akibat pemberlakuan pungutan pajak tambahan atau opsen atas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang besarnya mencapai 66 persen. 

BACA JUGA:Toyota Nilai Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025 Beratkan Industri Otomotif

BACA JUGA:Pasar Otomotif Turun, Mazda Yakin Target 5.300 Unit Tercapai, Realisasi Penjualan 3.700 Unit, Ini Alasannya

Dalam simulasi perhitungan asosiasi, akan timbul kenaikan harga sepeda motor baru berkisar Rp800 ribu hingga Rp2 juta, tergantung jenis sepeda motor barunya. 

Kenaikan ini setara dengan kenaikan harga on the road sepeda motor baru sebesar 5 persen - 7 persen, atau dua hingga tiga kali lebih besar dari inflasi. Kenaikan ini akan semakin membebankan konsumen.

"Konsumen sepeda motor sangat sensitif terhadap kenaikan harga. Opsen pajak bisa menaikkan harga motor di segmen entry level lebih dari Rp800 ribu, segmen midhigh bisa naik hingga Rp 2 juta,"ungkap dia. 

"Inilah yang akan menekan permintaan padahal sepeda motor ini alat transportasi produktif yang paling dibutuhkan masyarakat di tengah daya beli yang sedang melemah," ujat Sigit.

BACA JUGA:Pecinta Otomotif Roda 2 Wajib Datang ke IMHAX 2024, Pameran Aksesori Sepeda Motor Terbesar, Dibuka Gratis

BACA JUGA:Pengguna Sepeda Motor Perlu Daftar QR Code BBM Bersubsidi Gak? Berlaku Mulai 1 Oktober 2024

Keberadaan sepeda motor sebagai sarana transportasi produktif dan efisien bagi masyarakat membuat penjualan sepeda motor masih terus tumbuh meskipun tipis pertumbuhannya.

AISI mencatat pada periode januari hingga November tahun ini, pasar sepeda motor domestik membukukan angka penjualan sebesar 5,9 juta unit atau tumbuh tipis 2,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sumber: