Cheng Beng, Tradisi Ziarah Kubur Menghormati Leluhur Bagi Etnis Tionghoa, Bisa Jadi Daya Tarik Pariwisata

Cheng Beng yang merupakan tradisi etnis Tionghoa untuk ziarah kubur menghormati para leluhur.--
Kemudian tanggal 4 atau 5 Beng yakni artinya terang. Menjelang terbitnya Matahari sampai siang mereka akan melakukan ritual kepada leluhur," kata Elvian.
Tradisi yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 4 atau 5 April dalam kalender Masehi itu dilakukan oleh orang-orang Tionghoa khususnya yang beragama Konghucu dalam rangka menghormati leluhur.
"Cheng Beng dilaksanakan pada tanggal 4 atau 5 April dalam kalender Masehi. Jika jatuh pada tanggal 4 April biasanya pelaksanaannya pada tahun kabisat dan pada 5 April pada tahun biasa," kata Elvian.
Tradisi Cheng Beng turut menjadi momen berharga bagi masyarakat Tionghoa karena melaksanakan Cheng Beng artinya akan berkumpul bersama keluarga besar.
Baik yang tinggal di daerah mana pun untuk pulang dan melaksanakan tradisi ziarah kubur bersama.
BACA JUGA:5 Rezeki Keberuntungan Melimpah saat Sembahyang Cap Go Meh, Apa Saja?
Salah satunya adalah Provinsi Bangka Belitung sebagai salah satu daerah dengan persebaran etnis Tionghoa yang besar di Indonesia.
Sejak masa Belanda diketahui memiliki perkuburan Tionghoa terbesar se-Asia tenggara, yakni perkuburan Sentosa yang dibangun pada tahun 1935.
Tak heran Negeri Serumpun Sebalai itu menjadi salah satu dari berbagai daerah di Indonesia selain Kalimantan dan Jawa yang ramai dikunjungi wisatawan saat perayaan Cheng Beng.
Begitu melekatnya harmonisasi masyarakat Tionghoa dan Melayu di Bangka Belitung, ini menjadikan perayaan Cheng Beng masuk sebagai kalender event pariwisata di Bangka Belitung.
BACA JUGA:Catat Tanggal Perayaan Cap Go Meh Tahun 2024, Pulau Kemarau jadi Pusat Wisata di Palembang
Selain Cheng Beng, pada bulan April biasanya juga terdapat event pariwisata lainnya seperti Festival Jeramba Sungai Padang dan Beruah Massal di Belitung, Festival Taber Laut di Bangka Tengah.
Selamat Laut dan Maras Taun Desa Tanjung Batu Itam di Belitung Timur, Api Likur Desa Mancung di Bangka Barat, dan Habang Ramadhan Bazar di Bangka Selatan.
Wisata religi ini diharapkan berdampak terhadap pembangunan pariwisata dan perekonomian masyarakat di daerah ini karena memang bisa mengundang ribuan wisatawan untuk datang ke daerah ini.
Sumber: