Apa itu Tradisi Tingjing? Salah Satu Prosesi Pada Saat Lamaran Jess No Limit dan Sisca Kohl

Apa itu Tradisi Tingjing? Salah Satu Prosesi Pada Saat Lamaran Jess No Limit dan Sisca Kohl

Apa itu Tradisi Tingjing? Salah Satu Prosesi Pada Saat Lamaran Jess No Limit dan Sisca Kohl--tangkap layar instagram/ @jessnolimit

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.COM - Mungkin tidak banyak yang tahu mengenai tradisi Tingjing atau Kalungan, tradisi ini merupakan salah satu tradisi lamaran adat masyarakat Tionghoa.

Tradisi tingjing kembali ramai diperbincangkan usai Pasangan Youtuber Jess No Limit dan Sisca Kohl membagikan momen sakral pada acara lamaran mereka.

Pada momen yang diunggah oleh Jess No Limit di akun Instagramnya pada Kamis, 6 Oktober 202 lalu tersebut diberi keterangan "Kalungan / Tingjing  Mr. & Mrs. No Limit 10 Agustus 2022,".

Dalam uggahan tersebut nampak Jess memakaikan kalung berlian ke leher Sisca sebagai tanda prosesi tingjing yang merupakan tradisi masyarakat Tionghoa.

BACA JUGA:Apa Itu Sembahyang Tebu (Pai Ti Kong )? Salah Satu Tradisi Suku Hokkian

Tentunya bagi sebagian orang tradisi ini masih sangat asing karena memang tradisi ini jarang terekspos dan mungkin sudah banyak ditinggalkan oleh masyarakat Tionghoa.

Dalam artikel ini yang kami rangkum dari berbagai sumber, kita akan membahas apa itu tradisi Tingjing atau Kalungan

Tingjing adalah prosesi lamaran adat Tionghoa yang mana calon mempelai pria bertandang ke rumah calon mempelai wanita. Acara Tingjing ini hanya diikuti oleh keluarga dan kerabat terdekat dari kedua calon mempelai. 

Sebelum prosesi tingjing biasanya diawali dengan prosesi sangjit (seserahan) yang terjadi ketika pihak calon mempelai wanita telah menerima atau menyetujui calon mempelai pria untuk menikah.

BACA JUGA:Catat Ini Tanggal Hoki di Bulan Mei 2023, Mau Menikah, Beli Mobil, Hingga Buka Usaha Cocokin Dulu Tanggalnya

Tingjing akan dimulai dengan penyampaian maksud dan tujuan oleh perwakilan mempelai pria ke pihak mempelai wanita.

Tidak sembarangan yang bisa menjadi perwakilan ini hanyalah orang yang sudah menikah saja.

Setelahnya barulah orang tua mempelai wanita memberikan izin kepada putri mereka untuk memakai simbol yang mengikat.

Biasanya simbol yang mengikat tersebut adalah berupa kalung. kemudian memepali pria akan memakaikan kalung tersebut dibantu oleh ibu dari calon pengantin pria.

Sumber: berbagai sumber