JAKARTA, RADARPALEMBANG.ID - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menetapkan sebesar 20% dari total laba bersih atau sekitar Rp1,51 triliun sebagai dividen tunai.
Dengan alokasi tersebut dividen per lembar saham menjadi Rp32,81. Besaran dividen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) tersebut naik 44% dari tahun sebelumnya.
Tahun lalu dividen tunai PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) ditetapkan 15% dari laba bersih atau mencapai Rp1,05 triliun, dengan besaran dividen per lembar saham dari bank dengan kode saham BRIS sekitar Rp22,78.
Pemegang saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) yang berhak memperoleh dividen adalah yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan (DPS).
BACA JUGA:Jelang Musim Haji, Transaksi Penukaran Riyal di BSI Naik 76 Persen
BACA JUGA:Ajak Pedagang Naik Kelas, BSI Perkuat Transformasi Digital Lewat QRIS Soundbox
Informasi mengenai waktu pembagian dividen akan diumumkan lebih lanjut oleh manajemen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI).
Pada tahun buku 2025 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp7,57 triliun. Sebesar 80% (delapan puluh persen) atau sejumlah Rp6,05 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Moncernya laba PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang sehat, peningkatan dana murah, serta akselerasi digital yang mendorong efisiensi dan perluasan layanan kepada nasabah.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menambahkan, Fundamental yang kuat juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap terhadap BSI.
BACA JUGA:Lepas Kloter 1 Jemaah Haji di Embarkasi Cipondoh, BSI Optimalkan Layanan di Indonesia dan Tanah Suci
BACA JUGA:Kampung Nelayan BSI Warloka, Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama
Terbukti dari meningkatnya jumlah nasabah yang pada tahun 2025 mencapai lebih dari 2 juta orang sehingga total nasabah mencapai 23 juta pada akhir tahun.
Lebih lanjut Anggoro menyatakan kebijakan dividen tetap dijalankan secara seimbang antara memberikan return optimal kepada pemegang saham dan menjaga kekuatan permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.
"Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank,"kata dia.