Kampung Nelayan BSI Warloka, Harapan Baru Masyarakat Pesisir dari Laut yang Sama
Peresmian Kampung Nelayan BSI dilakukan oleh Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Anggoro Eko Cahyo (dua dari kiri), Wakil Ketua BAZNAS RI Zainut Tauhid (kanan), Staf Ahli Bupati merangkap Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Manggarai Bar-Bank Syariah Indonesia -
NUSATENGGARATIMUR, RADARPALEMBANG.ID — Bagi masyarakat pesisir di Desa Warloka Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaut bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara bertahan hidup.
Dengan keterbatasan sarana dan akses pasar, hasil laut yang melimpah selama ini belum sepenuhnya mampu mengangkat kesejahteraan warga.
Desa Warloka Pesisir selama ini dikenal sebagai kampung nelayan dengan potensi besar, bahkan tengah dikembangkan menjadi kawasan wisata dan kampung nelayan modern oleh pemerintah melalui kampung nelayan Merah Putih.
Berada di Kecamatan Komodo, Pulau Flores, desa ini hanya berjarak sekitar 20 km atau sekitar 45 menit perjalanan dari pusat wisata Labuan Bajo. Saat ini infrastruktur berupa dermaga selesai dibangun.
BACA JUGA:Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melengkapi infrastruktur yang dibangun dengan menghadirkan program Desa Binaan berupa Kampung Nelayan BSI Warloka.
BSI Warloka merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang tak berhenti pada bantuan fisik, tapi juga pendampingan usaha, pelatihan, hingga penguatan koperasi.
Pendekatan BSI Warloka membuka jalan bagi masyarakat untuk tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan harian, tetapi mulai membangun usaha yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Peresmian Kampung Nelayan Warloka ini merupakan bagian dari eskalasi masif program Desa Bangun Sejahtera Indonesia (Desa BSI).
BACA JUGA:BSI Fest Ramadan 2026 di Palembang 5 hingga 8 Maret, Tawarkan Diskon Paket Umrah Hingga Rp 4 Juta
Pada tahun 2025 BSI membuka tiga desa baru yang tersebar di Aceh, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Agresivitas ini mengukuhkan rekam jejak BSI yang hingga kini telah membina 20 desa dengan 7.853 penerima manfaat di 14 provinsi di seluruh Indonesia.
Sumber:



