Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa membeli token listrik prabayar dengan mudah dan mengatur pengeluaran bulanan sesuai kebutuhan.
Beberapa daerah juga menawarkan program smart meter yang memudahkan pengguna memantau pemakaian secara real-time.
Dengan memahami pola konsumsi listrik rumah tangga, Anda bisa lebih bijak menggunakan energi dan menghindari tagihan membengkak di akhir bulan
BACA JUGA:Inilah Sosok Kim Jung Youn, Miliuner Termuda di 2026, Pewaris Raksasa Game Korsel
9. Gunakan isolasi dan ventilasi rumah yang baik
Cuaca di Indonesia cenderung panas dan lembap, sehingga penggunaan AC dan kipas angin sering kali tak terhindarkan. Untuk menghemat energi, pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik serta atap yang terisolasi dengan benar.
Gunakan bahan insulasi seperti aluminium foil atau glasswool di bagian plafon untuk menahan panas matahari. Dengan begitu, suhu di dalam rumah akan lebih sejuk tanpa harus sering menyalakan pendingin ruangan.
Selain itu, tambahkan ventilasi silang di ruangan agar udara bisa mengalir alami. Anda juga bisa menanam pohon atau tanaman rambat di sekitar rumah untuk membantu menurunkan suhu.
Cara-cara ini mungkin terlihat sederhana, tapi bisa menghemat hingga 20 persen dari total konsumsi listrik bulanan.
BACA JUGA:Celine Abigail Br Sinulingga: Jawaban Indah di Ujung Penantian 13 Tahun
10. Rawat dan bersihkan peralatan elektronik secara rutin
Banyak orang tidak sadar bahwa alat elektronik yang kotor atau jarang dirawat bisa menyedot listrik lebih besar.
Misalnya, filter AC atau kulkas yang kotor membuat mesin bekerja lebih keras dan boros energi. Bersihkan filter AC setiap dua minggu dan defrost kulkas secara berkala agar efisiensinya tetap maksimal.
Selain itu, periksa juga kabel dan stopkontak yang longgar karena bisa memicu kebocoran daya. Perawatan rutin sederhana ini bisa menghemat listrik sekaligus memperpanjang umur peralatan Anda.
Itulah beberapa cara menghemat listrik agar tagihan bulanan lebih murah. Selamat mencoba.