BACA JUGA:Teras Janantara di Rumah BUMN Sumsel, Destinasi Kuliner Baru Hadirkan Produk UMK Binaan Pusri
6, Hemat energi di dapur
Dapur adalah salah satu tempat yang paling sering menggunakan listrik dalam rumah. Kulkas, oven, dan rice cooker bekerja hampir setiap hari dan memerlukan daya cukup besar.
Pastikan suhu kulkas diatur pada 4–5 derajat celcius dan freezer di -15 hingga -18 derajat celcius agar tetap efisien.
Hindari membuka pintu kulkas terlalu sering karena bisa membuat mesin bekerja lebih keras. Saat memasak, gunakan panci bertutup agar panas tidak keluar dan waktu masak lebih cepat.
Untuk makanan beku, cairkan terlebih dahulu di kulkas agar waktu memasak berkurang. Gunakan microwave bila memungkinkan karena lebih hemat listrik dibanding oven listrik.
Apabila Anda memililki mesin cuci piring, jangan lupa jalankan mesin cuci piring hanya saat penuh dan pilih mode hemat energi.
7. Atur pemakaian pendingin dan pemanas
Sistem pemanas dan pendingin udara menyumbang sebagian besar penggunaan listrik di rumah.
Setiap kenaikan suhu 1 derajat celcius pada pemanas bisa meningkatkan tagihan hingga 10 persen. Idealnya, atur suhu di 18–20 derajat celcius saat musim dingin dan 26 derajat celcius ke atas saat musim panas.
Gunakan mode hemat energi dan matikan AC di ruangan yang tidak dipakai. Jika memungkinkan, gunakan split system yang lebih efisien dibanding pemanas listrik biasa.
Selain itu, bersihkan filter AC secara rutin agar aliran udara lancar dan kerja mesin lebih ringan. Dengan pengaturan yang tepat, Anda bisa tetap merasa nyaman tanpa membuang energi berlebihan.
8. Cek tagihan dan pemakaian listrik lewat aplikasi resmi
Di Indonesia, tarif listrik memang diatur oleh PLN, tapi Anda tetap bisa menghemat dengan cara memantau pemakaian secara rutin. Gunakan aplikasi PLN Mobile untuk melihat riwayat tagihan, estimasi penggunaan daya, hingga pengingat waktu pembayaran.