Asal Usul dan Makna Tradisi Cheng Beng Bagi Masyarakat Tionghoa

Minggu 29-03-2026,17:53 WIB
Reporter : Maulana Muhammad
Editor : Maulana Muhammad

Salah satu ritual yang paling populer adalah membersihkan makam dan menempatkan makanan dan minuman di atasnya.

Makanan yang ditempatkan di makam biasanya berupa makanan favorit nenek moyang, seperti nasi ketan, mie, dan buah-buahan.

BACA JUGA: Imlek Bersama Warga Tionghoa, Tegaskan Komitmen Harmoni dan Persatuan di Sumsel

BACA JUGA:Lima Daftar Ucapan Imlek Selain Gong Xi Fa Cai beserta Artinya

Selain itu, juga dilakukan pembakaran kertas persembahan seperti uang, mobil, rumah dan benda-benda lain yang dianggap berguna bagi arwah yang telah meninggal.

Rangkaian ritual ini bertujuan untuk menghormati dan memberikan persembahan kepada nenek moyang, sehingga mereka akan hidup bahagia di dunia lain.

Meskipun terlihat sepele, ritual ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat Tionghoa dan menjadi bagian penting dari tradisi dan budaya mereka.

Festival Qing Ming juga menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan warisan budaya mereka yang kaya

BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Imlek 2577/2026, KAI Divre III Palembang Tambah Rangkaian Eksekutif KA Sindang Marga

BACA JUGA:Filosofi Mie Panjang Umur dalam Tradisi Imlek Dipercaya Membawa Keberuntungan

Perayaan Cheng Beng di Palembang 

Mengutip dari Antaranews.com, di Palembang sendiri puncak perayaan Cheng Beng tahun ini jatuh pada 4-5 April 2026 yang dipusatkan di TPU Talang Krikil yang merupakan kawasan komplek pemakaman warga keturunan Tionghoa di Sukabangun.

Meski puncaknya pada 5 April namun ziarah ke makam leluhur saat Cheng Beng sudah dilakukan mulai akhir bulan Maret.

Dalam perayaan tersebut biasanya para etnis Tionghoa yang pergi merantau akan pulang ke kampung halaman untuk melakukan ziarah ke makam leluhurnya.

Sesuai dengan tradisi, dalam perayaan Cheng Beng beberapa hari ke depan akan dihadiri warga keturunan Tionghoa dari berbagai daerah dan luar negeri seperti Singapura.

Guna merayakan kegiatan Cheng Beng ini biasanya panitia telah melakukan pembersihan dan pengecatan makam leluhur warga keturunan Tionghoa sejak sepekan sebelumnya.

Untuk melakukan pembersihan dan pengecatan panitia menyerahkannya kepada warga sekitar komplek pemakaman sebagai wujud pemberdayaan dan memberikan rezeki kepada masyarakat setempat.

Kategori :