BANNER PEMPROV IDUL FITRI 2026
BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Asal Usul dan Makna Tradisi Cheng Beng Bagi Masyarakat Tionghoa

Asal Usul dan Makna Tradisi Cheng Beng Bagi Masyarakat Tionghoa

asal-usul dan makna tradisi festival qing ming atau cheng beng bagi masyrakat Tionghoa yang dimulai sejak era Dinasti Zhou.--

RADARPALEMBANG.ID - Berikut asal-usul danmakna tradisi festival qing ming atau cheng beng bagi masyrakat Tionghoa yang dimulai sejak era Dinasti Zhou.

Setiap tanggal 4 atau 5 April masyarakat Tionghoa di Indonesia memperingatinya sebagai perayaan Festival Qing Ming yang juga dikenal sebagai Cheng Beng.

Tradisi Cheng Beng dilakukan masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dan dilakukan dengan cara membersihkan dan memperbaiki makam mereka.

Meski dirayakan di banyak negara di Asia, Tradisi Cheng Beng memiliki sejarah yang panjang dan berasal dari Cina. Bagaimana asal usul Cheng Beng?

BACA JUGA:600 Personel Polisi Siap Amankan Puncak Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang

BACA JUGA:7 Ponton Sudah Terpasang, Puncak Peryaan Cap Go Meh Pulau Kemaro 2026 Siap Digelar

Dilansir dari eportfolios.macaulay.cuny.edu, Festival Qing Ming berasal dari era Dinasti Zhou (1046-256 SM) di Tiongkok kuno.

Pada waktu itu, seorang pria bernama Jie Zitui sangat setia dan berbakti kepada pangeran yang saat itu menjadi raja.

Akan tetapi, ketika pangeran tersebut berhasil menjadi raja, ia lupa akan kesetiaan Jie Zitui dan mengabaikannya. Jie Zitui akhirnya meninggalkan kerajaan dan menyembunyikan diri di pegunungan bersama ibunya.

Setelah beberapa tahun, sang raja akhirnya menyadari kesalahannya dan mencari Jie Zitui untuk meminta maaf. Namun, Jie Zitui telah meninggal karena kelaparan di pegunungan.

Untuk mengenang kesetiaan Jie Zitui, raja menginstruksikan rakyatnya untuk mempersembahkan makanan ke makamnya setiap tahun pada tanggal yang sama dengan hari kematian Jie Zitui.

BACA JUGA:Jadi Destinasi Cap Go Meh, Ternyata Pulau Kemaro Punya Sejarah Kelam Soal PKI

BACA JUGA:Puncak Perayaan Cap Go Meh Digelar 1 Maret 2026, Jembatan Tongkang ke Pulau Kemaro Dipasang 26 Februari 2026

Tradisi ini kemudian berkembang dan menjadi festival Qing Ming seperti yang kita kenal sekarang.

Apa yang dilakukan saat perayaan Cheng Beng 

Sumber: