Impor kendaraan CBU berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun. Saleh menjelaskan industri komponen otomotif yang merupakan backward linkage industri perakitan kendaraan bermotor akan terpukul.
BACA JUGA:Makin Mewah, AHM Luncurkan Varian Warna Terbaru Honda PCX160, Ini Pilihan Warna Baru dan Fiturnya
BACA JUGA:Wuling New Alvez, SUV Kompak dengan Kabin Lega, Cek Kelengkapan Fitur Barunya di Sini
Kondisi ini mengancam keberlanjutan produksi mobil di dalam negeri. Industri komponen otomotif seperti mesin, bodi, sasis, ban, aki, kursi, hingga elektronik sangat menentukan kekuatan rantai pasok industri otomotif.
“Semakin kuat produksi komponen otomotif lokal, semakin tinggi TKDN, penyerapan tenaga kerja, dan efek pengganda terhadap perekonomian.
Sebaliknya, jika pasar didominasi kendaraan impor dalam bentuk utuh, maka industri komponen nasional ikut tertekan dan agenda hilirisasi serta industrialisasi dapat melemah,” papar Saleh.
Indonesia Impor 105 ribu Pikap dari India
Alih-alih menggunakan produk dalam negeri, PT Agrinas Pangan Nusantara malah impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk oprasional Koperasi Merah Putih.
BACA JUGA:Beli Mobil Baru di Pameren Bisa Untung, Apa Saja Tipsnya?
BACA JUGA:Suzuki Masih Boyong APV ke IIMS 2026, Segini Harganya Sekarang
Pemerintah Indonesia melalui perusahan negara PT Agrinas Pangan Nusantara telah menandatangin kontrak impor 105 ribu mobil pikap dengan dua perusahaan asal India yakni Mahindra & Mahindra Ltd dan Tata Motors.
Tak tanggung-tanggung, nilai kontrak 105 Pikap tersebut mencapai Rp 24,66 triliun.
Dalam situs resmi Mahindra & Mahindra Ltd juga melaporkan, mereka menerima pesanan 35.000 unit single cabin Scorpio Pick Up dari Agrinas untuk keperluan Kopdes Merah Putih.
CEO Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta mengatakan pihaknya menyambut kerja sama dengan Agrinas untuk menopang kegiatan logistik Kopdes Merah Putih.
“Volume yang dikomitmenkan untuk kemitraan ini akan secara signifikan meningkatkan Operasi Internasional kami, menambah volume ekspor total kami yang dicapai pada tahun fiskal 2025,” kata Nalinikanth dalam keterangan resmi 4 Februari lalu.
Sementara itu, Tata Motors menerima 70.000 pesanan dari Agrinas untuk mendukung kegiatan logistik Kopdes Merah Putih.
Sebanyak 35.000 unit terdiri berupa pikap Yodha dan 35.000 lainnya jenis truk, Ultra T.7.