Investasi yang cerdas berpotensi menghasilkan passive income menguntungkan. Nah, ini bisa dimanfaatkan untuk mencukupi keperluan serta menambah saldo tabungan.
Dengan demikian, keuanganmu dalam jangka pendek maupun panjang tetap terjaga stabilitas dan keseimbangannya.
BACA JUGA:Harga Emas Terkoreksi, Pegadaian Ajak Masyarakat Menabung Emas
5. Jumlah Kekayaan Meningkat
Keuangan sehat juga bisa dilihat melalui kekayaan yang dimiliki. Jika kamu sudah terbiasa mengelola keuangan dengan baik, maka cenderung lebih mudah dalam meningkatkan aset.
Pasalnya, kamu paham kapan harus memanfaatkan dana untuk kebutuhan jangka panjang. Sebagai contoh, kamu mengalokasikan sebagian dari return investasi ke rekening tabungan.
Saldo pun akan terus bertambah apabila dilakukan secara konsisten. Bukan hanya menyimpan uang, strategi ini membuat keuntungan menjadi lebih maksimal.
BACA JUGA:Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Catat Pertumbuhan Gadai Emas Signifikan di Januari 2026
6. Rasio Utang Rendah
Utang termasuk solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan. Namun, jika tidak dimanfaatkan atau dikelola dengan baik maka bisa menjadi beban finansial.
Sebab, tidak sedikit orang menggunakan layanan kredit tanpa pertimbangan yang matang sehingga berpotensi terjerat masalah keuangan serius di kemudian hari.
Untuk mengetahui seberapa sehat kondisi finansial, maka perlu memperhatikan rasio utang (debt to service ratio). Perhitungan dengan rumus keuangan sehat ini cenderung sederhana.
Caranya, yaitu bagi total nominal cicilan utang yang ditanggung setiap bulan dengan total nilai pendapatan bulanan. Idealnya, cicilan tidak lebih dari 30% pendapatan.
BACA JUGA:Umumkan Pengundian Badai Emas Periode II Tahun 2025, Pegadaian Terus Perkuat Ekosistem Emas
7. Adanya Kejelasan Tujuan Finansial
Tanda kesehatan finansial lainnya adalah adanya tujuan yang jelas. Saat kondisi keuangan sehat, seluruh kebutuhan cenderung telah terpenuhi.