2. Dana Darurat Memadai
Kebutuhan mendadak dan mendesak memang sulit untuk diprediksi, tetapi dapat diantisipasi dengan menyiapkan dana darurat sedari awal.
Hal ini sifatnya penting agar tidak mengganggu keuangan yang ada sehingga seluruh kebutuhan harian tetap tercukupi dengan baik.
Sebaliknya, tanpa adanya dana darurat yang memadai, maka finansial pribadi tidak dapat dikatakan dalam kondisi baik-baik saja.
Lantas, berapa besaran dana darurat yang ideal? Umumnya, setiap individu tidak sama. Jika masih lajang, sebaiknya kumpulkan sebesar 3-6 kali lipat dari total pengeluaran bulanan.
BACA JUGA:Harga Emas Perhiasan di Palembang Hampir Tembus Rp 18 Juta per Suku, Naik Terus dalam Sepekan Ini
3. Mempunyai Asuransi Kesehatan
Tanda-tanda keuangan sehat selanjutnya, yaitu memiliki asuransi kesehatan. Ini memastikan kamu tidak memiliki beban finansial akibat biaya medis tidak terduga.
Pasalnya, biaya kesehatan saat ini pun terus mengalami peningkatan alias semakin mahal. Dengan asuransi, kamu tidak harus mengeluarkan biaya besar setiap kali berobat.
Apabila penghasilan yang didapatkan belum tergolong tinggi, maka fasilitas BPJS Kesehatan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jadi, tidak perlu khawatir.
BACA JUGA:Pegadaian Kanwil III Sumbagsel Catat Peningkatan Investasi Emas di Kalangan Generasi Muda
4. Investasi yang Cerdas
Salah satu parameter untuk mengukur kesehatan keuangan adalah investasi. Pasalnya, aktivitas ini merefleksikan kemampuan kamu dalam mengatur keuangan.
Seseorang dengan keuangan sehat cenderung mampu mengalokasikan sebagian dana yang dimiliki secara disiplin dan selektif dalam menentukan instrumen investasi.
Pilih aset yang bernilai stabil, seperti emas. Tidak harus langsung besar, kamu dapat berinvestasi emas minimal Rp10 ribuan di Tabungan Emas Pegadaian.
Namun, perlu diingat bahwa investasi tetap memiliki risiko. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan diversifikasi investasi untuk meminimalkannya.