Kondisi ini turut disoroti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat kehadiran BUMN dapat memperkuat likuiditas dan diversifikasi instrumen investasi pasar modal.
Sebelumnya, BEI sempat bertemu Danantara, menawarkan berbagai produk investasi, yakni indeks Danantara dan Exchange-Traded Fund (ETF) dengan underlying saham BUMN yang tercatat di pasar modal.
Tawaran tersebut ajukan BEI saat bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, beberapa waktu lalu. Meski begitu, tawaran tersebut masih dalam kajian Danantara.