Bisnis ini ia geluti dari 1999 hingga 2003.
Lalu mengapa beralih bisnis, dari perumahan menengah atas ke perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)? Sebenarnya, itu hanya mengikuti tren saja.
Sebelumnya, Harriadi sempat melakukan survei ke masyarakat umum, teriat apa yang sedang menjadi tren.
Ternyata, dahulu masyarakat menyukai perumahan dengan tipe 60, 85, 120 sampai di atas 120, kini berubah ke tipe-tipe kecil. Seperti tipe 45 dan 36.
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis, Hendri PalComTech, Pelopor Sekolah Komputer di Palembang
“Dari hasil survei dan statistik inilah, kami memutuskan untuk ikut bermain di tipe-tipe kecil,” katanya menjelaskan.
Menjual perumahan tipe-tipe kecil ternyata menyenangkan. Selain tidak butuh modal besar, rumahnya jauh lebih cepat laris, sehingga perputaran uang yang terjadi juga cepat.
Bangun sekarang, dua bulan berikutnya sudah laku. Lain halnya membangun rumah tipe sederhana atau tipe agak besar, bangun sekarang empat bulan lagi baru dibeli.
Persaingan di bisnis RSh serupa ini juga sudah mulai tinggi masa sekarang. Karena banyak berdiri para pengembang baru yang turut bermain di tipe ini.
BACA JUGA:Inspirasi Bisnis, Wawi Susanto, Lompatan Kuantum Mantan Sales
Namun, itu tidak menyurutkan nyali Harriadi, dia tetap yakin perusahaannya yang akan jadi pilihan masyarakat.
Sebab, Polygon Abadi mengutamakan kualitas dan pelayanan. Malah, mempertahankan pelanggan, secara rutin dia membuat survei mengenai kepuasan pelanggan.
Pelanggan-pelanggan lama tetap mereka pertahankan, karena dari mulut pelanggan lama inilah yang akan mempromosikan ke pelanggan lain.