BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Warga Palembang Keluhkan Sulit Akses Penukaran Uang Baru, Wajib Lewat Website BI

Warga Palembang Keluhkan  Sulit Akses Penukaran Uang Baru, Wajib Lewat Website BI

Masyarakat mengeluhkan kesulitan mendapatkan uang baru untuk THR di hari lebaran Idul Fitri, penukaran uang baru wajib melalui website bank indonesia yakni pintar.bi.go.id--dokumen#radarpalembang.id

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Masyarakat mengeluhkan sulitnya dalam mengakses website pintar.bi.go.id yang menjadi aplikasi penukaran uang baru untuk menyambut Idul Fitri 2026.

Sebab, lebaran selalu identik dengan uang baru untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga.

Tak terkecuali warga Kota Palembang yang juga mengeluhkan sulitnya menukar uang baru di sejumlah bank dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memicu antrean panjang di beberapa kantor cabang perbankan dan layanan penukaran uang keliling.

BACA JUGA:Penukaran Uang Baru Dibatasi Maksimal Rp5,3 Juta per Orang, Buka Aplikasi pintar.bi.go.id, Cek Jadwal di Sini!

Seperti dituturkan Nia, warga Kecamatan Talang Jambe Palembang, Bank Indonesia (BI) menyediakan layanan tukar uang melalui aplikasi namun aplikasi sulit dibuka. Sedangkan bank lainnya selalu habis.

"Uang baru ini sudah menjadi tradisi di lebaran Idul Fitri untuk THR keluarga. Kalau datang langsung ke bank mau tukar uang, katanya tidak ada, Lewat aplikasi yang disediakan BI juga gangguan terus," keluhnya

Penukaran uang baru periode tahun lalu, sambungnya, masih bisa akses di perbankan baik Himbara maupun swasta.

Kesulitan seperti ini bisa menjadikan banyaknya oknum justru menjual uang baru.“Tahun lalu masih bebas, bisa akses di lokasi selain Bank Indonesia. Ini sekarang susah sekali, bahkan dibatasi. Makanya kami belum ada yang dapat uang baru,” lanjut Nia.

BACA JUGA:Walikota Palembang Ratu Dewa Soroti 56 SPPG yang Belum Miliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Sementara di media sosial (medsos) ramai yang menawarkan uang baru dengan biaya admin mulai dari Rp 10 ribu untuk pecahan senilai Rp 100 ribu, seperti di Facebook dan Instragram.

“Pecahan uangnya bebas dari Rp 1.000 sampai Rp 20.000. Lumayan mahal jasanya,"tuturnya lagi.

Ia menyayangkan banyaknya oknum yang menjual uang baru sedangkan masyarakat sulit mengakses website. “Kalau dijualin banyak, giliran masyarakat mau akses yang resmi susah dan terbatas,” katanya.

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Gelar Asistensi Virtual, Pastikan Pemda Siap Optimalkan Penilaian IRH Tahun Ini

Penukaran Uang Baru Wajib Lewat Website

Sumber:

Berita Terkait