Menu MBG Ramadan Disorot dan Banyak Dikeluhkan, BGN Buka Suara Soal Anggaran
Menu MBG versi ramadan yang mendapat sorotan dan dikeluhkan, karena dinilai tidak sesuai dengan kualitas bergizi yang digadang-gadangkan dalam program makanan bergizi. --
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Ramai orang tua mengeluhkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadan. Menu yang dibagikan untuk konsumsi dua hari ini dinilai terlalu sederhana dan belum mencerminkan standar gizi yang diharapkan.
Keluhan ini disampaikan salah seorang orang tua berdomisil di Kota Palembang, yang mengaku kecewa dengan isi paket yang diterima anaknya, yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar (SD).
"Menu untuk hari ini, ada telur puyuh, roti, kurma dan roti. Kalau menu MBG kemarin isinya telur rebus, susu full cream 200 ml, pisang putri dan bubur kacang hijau. Ini kira-kira sesuai tidak ya untuk program makan bergizi ,"ujarnya.
Ia mempertanyakan kecukupan asupan tersebut untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah, terlebih program MBG digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas gizi.
BACA JUGA:Kapan CPNS 2026 Resmi Dibuka? Seleksi Segera Dimulai, Ini Prediksi Jadwal dan Penjelasan dari BKN
BACA JUGA:Hoaks Pendaftaran CPNS 2026 Ramai Beredar di Media Sosial, Waspada Jangan Jadi Korban Penipuan
"Kami ingin tahu sebenarnya anggaran per anak itu berapa. Kalau isinya seperti ini, rasanya jauh dari yang dibayangkan masyarakat," katanya
Hal senada juga disampaikan orang tua lainnya, juga menyampaikan keluhan serupa terkait MBG versi ramadan ini
Ia mengaku anaknya menerima menu yang menurutnya sangat tak sejalan dengan program. "Anak saya cuma dapat jagung, dan telur susu.
Kami tidak menolak programnya, tapi berharap menunya lebih diperhatikan,"ujaarnya.
BACA JUGA:JPU Tuntut Harnojoyo Lebih Ringan di Kasus Pasar Cinde, Usai Kembalikan Kerugian Negara Rp750 Juta,
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi menu program MBG saat Ramadan yang dinilai menyimpang dari ketentuan anggaran.
Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik S. Deyang menegaskan anggaran bahan makanan pada MBG ditetapkan sebesar Rp 8.000-10.000 per porsi, bukan Rp 15.000.
Sumber:


