Cegah Inflasi, Menu MBG di Sumsel Diatur Ulang, Berikut Rinciannya di Tahun 2026
Guna mencegah terjadinya inflasi pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengatur ulang menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan pada 2026--
RADARPALEMBANG.ID - Guna mencegah terjadinya inflasi pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengatur ulang menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan pada 2026.
Tak dapat dipungkiri berjalanya program MBG di seluruh wilayah Indonesia saat ini sangat mempengaruhi tingkat Inflasi di bergabagai daerah termasuk Sumatera Selatan.
Untuk itu BGN akan melakukan penyesuaian menu atau mengatur ulang rekuensi penyajian protein hewani pada menu MBG di tahun 2026.
Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi, Tituk Indrawati, mengatakan akan ada perubahan menu dalam MBG sebagai langkah awal untuk pencegahan inflasi.
BACA JUGA:Menteri PPN Rachmat Pambudy Sebut MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
BACA JUGA:MBG Buat Harga Pangan di Palembang Susah Turun, Ini Solusi Dinas Perdagangan
Nantinya untuk menu daging ayam dan telur hanya akan disajikan dua kali seminggu dan dagi sapi serta ikan satu kali seminggu.
"Badan gizi nasional akan melakukan perubahan menu dalam MBG yakni untuk mencegah terjadinya inflasi, untuk daging dan telur ayam menjadi dua kali seminggu serta daging sapi dan ikan menjadi satu kali seminggu" ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Tituk, juga mengatakan saat ini jumlah SPPG di Sumatera Selatan masih belum memenuhi target. Dari kebutuhan sekitar 800-an dapur umum, saat ini baru tersedia sekitar 500-an.
Oleh karena itu, pemerintah berencana menambah jumlah dapur umum pada tahun 2026.
BACA JUGA:Keracunan MBG di Sumsel, Herman Deru Bilang Begini
BACA JUGA:Perawatan Pribadi dan MBG Sumbang Andil Inflasi Oktober 2025, BPS: Sumsel Inflasi 3,49 Persen YoY
"Pada tahun ini akan ada penambahan dapur umum, karena di Sumatera Selatan itu seharusnya ada sekitar 800-an SPPG, sedangkan sekarang baru ada 500-an," katanya.
Tituk menjelaskan, penambahan dapur umum tersebut berpotensi berdampak pada meningkatnya permintaan komoditas pangan, terutama ayam dan telur ayam ras.
Sumber:


