BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Kian Terpuruk, Nissan Kembali Bakal PHK 20.000 Karyawan

Kian Terpuruk, Nissan Kembali Bakal PHK 20.000 Karyawan

Produsen otomotif asal Jepang Nissan dikabarkan kian terpuruk hingga kembali harus melakukan PHK besar-besaran pada 20.000 karyawannya--

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Produsen otomotif asal Jepang Nissan dikabarkan kian terpuruk hingga kembali harus melakukan PHK besar-besaran pada 20.000 karyawannya.

Sebelumnya Nissan telah perna melakukan PHK besar-besaran terhadap 9.000 karyawannya secara global di seluruh dunia pada tahun lalu.

Dan kali ini kebijakan tersebut bakal ditempuh kembali setelah perusahaan mengalami penurunan penjualan drastis di Amerika Serikat dan China. Angkanya mencapai 94 persen.

Kabar mengenai PHK Nissan ini sebenarnya sudah ada sejak November lalu. Ketika itu Nissan mengatakan akan melakukan pemutusan hubungan kerja secara global di seluruh dunia terhadap 11.000 karyawan.

BACA JUGA:Honda Siap Lanjutkan Merger, Asalkan Nissan Penuhi Syarat Ini

BACA JUGA:Gagal Marger dengan Honda, Nissan Buka Peluang Kerja Sama Bersama Merek Lain

Namun pada awal pekan ini angkanya bertambah menjadi total 20.000 orang atau sekitar 15 persen dari total seluruh karyawan Nissan secara global.

Mengutip dari Japan Times, Nissan sediri meloak berkomentar soal rencana PHK besar-bearan terhadap karyawannya tersebut.

Krisis yang dialami Nissan dikhawatirkan justru akan memburuk. Bulan lalu, Nissan mengumumkan pada pemegang sahamnya prediksi kerugian biaya restrukturisasi sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 82,6 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025.

Masih dikutip dari Japan Times, salah satu penyebab masalah yang dihadapi Nissan kini adalah makin ketatnya persaingan dari Amerika Serikat dan terutama China.

BACA JUGA:3 Raksasa Otomotif Jepang Bergabung, Nissan, Honda, Mitsubishi Menuju Merger, Ini Kata Carlos Ghosn

BACA JUGA:Terus Merugi, Nissan PHK 9 Ribu Pekerja Secara Gelobal

Penetrasi luar biasa yang dilakukan China pada banyak negara memukul penjualan Nissan.

Ketika mengumumkan rencana awal akan melakukan PHK terhadap 11.000 orang pada November 2024, Nissan juga menyampaikan rencana pemangkasan kapasitas produksinya hingga 20 persen. Termasuk memotong perkiraan pemasukan.

Sumber: