Puteri Anak Indonesia Budaya 2024, Kirana Pramudita Sanjaya, Punya Jiwa Sosial Tinggi

Kirana Pramudita Sanjaya, Puteri Anak Indonesia Budaya 2024 ini ternyata juga punya kepedulian sosial yang besar terhadap anak-anak usia sebaya. -dok pribadi-
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID – Memiliki paras cantik, penuh talenta, Kirana Pramudita Sanjaya, Puteri Anak Indonesia Budaya 2024 ini ternyata juga punya kepedulian sosial yang besar terhadap anak-anak usia sebaya.
Hal ini terlihat saat ia mulai membentuk Lentera Kirana, Kelompok Dukungan Sebaya Anak Sumatera Selatan pada tahun 2024.
Kelompok ini bertujuan untuk memberikan secercah harapan dan kesempatan bagi anak-anak yang hidup dalam keterbatasan, khususnya anak dengan kebutuhan khusus dan penyakit kronis seperti HIV/AIDS (ADHA) serta kelompok marginal seperti anak jalanan di Palembang.
Gadis belia kelahiran tahun 2011 ini mengaku, dirinya terinspirasi oleh mama tercinta, dr. Marlia Refianti, M.Kes, yang telah lama berkecimpung dalam dunia kesehatan dan juga seorang aktivis HIV di Kota Palembang
Sebagai seorang ibu dan aktivis, dr. Marlia menyadari bahwa stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan besar bagi anak-anak yang terlahir dengan HIV maupun anak anak dengan kebutuhan khusus dan kelompok terpinggir.
Bersama Kirana, putrinya yang juga tumbuh dengan kepedulian terhadap isu sosial, mereka mulai merancang program-program kecil yang bertujuan untuk memberikan dukungan pendidikan, kesehatan, dan psikososial.
“Lentera Kirana, melambangkan cahaya harapan (lentera) dan semangat Kirana untuk menjadi bagian dari solusi.,” ujar siswi SMP Ignatius Global School Palembang ini beberapa waktu lalu.
Lanjut dia, aktivitas Lentera awalnya dimulai dari kegiatan sederhana, seperti memberikan bantuan buku dan alat tulis kepada anak-anak jalanan serta mengadakan sesi diskusi kecil dengan komunitas ADHA.
BACA JUGA:Nadhira Puteri Utamy, Mahasiswa UBD Sabet 2 Kategori Juara Nasional
Seiring waktu, Lentera Kirana berkembang menjadi inisiatif yang lebih terorganisir, dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal, instansi pemerintah, dan para relawan.
“Fokus kita adalah menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap anak, tanpa memandang latar belakang mereka memiliki hak untuk bermimpi dan berkembang,” ungkapnya.
Saat ini, Lentera kirana sudah bekerja sama dengan beberapa foundation dan komunitas diantaranya Yayasan Intan Maharani, Sriwijaya Plus, Kojartis (komunitas ngajar gratis), Koala by Puskesmas Kampus.
Seiring waktu, Lentera Kirana terus menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian di Palembang, dengan program-program seperti literasi anak jalanan, penyuluhan kesehatan, dan advokasi untuk penghapusan stigma terhadap ADHA.
Sumber: