Cuaca Buruk, Penerbangan Jemaah Haji Palembang Sempat Terlambat
Akibat cuaca buruk, penerbangan Jemaah Embarkasi Palembang dari Bandara Sultan mahmud Badaruddin II menuju Madinah mengalami keterlambatan--
RADARPALEMBANG.ID- Akibat cuaca buruk, penerbangan kloter 1 Jemaah Embarkasi Palembang dari Bandara Sultan mahmud Badaruddin II menuju Madinah mengalami keterlambatan.
Jadwal keberangkatan Jemaah Embarkasi Palembang pada Rabu, 22 April 2026 yang semestinya pukul.07.10 namun baru lepas landas dari Bandara SMB II Palembang pukul 08.15 WIB.
Executive General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi mengatakan, keterlambatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca berkabut serta proses menunggu katering terakhir tiba di bandara.
"Kondisi cuaca pagi ini berkabut dengan jarak pandang sekitar 500 meter. Namun biasanya tidak berlangsung lama karena hal itu lumrah terjadi setelah hujan malam hari," katanya.
BACA JUGA:Khatibul Umam Jadi Jemaah Haji Termuda di Sumsel, Baru Berusia 18 Asal OKU Timur
BACA JUGA:443 Jemaah Haji Asal OKU Timur Resmi Diberangkatkan, Kloter 1 Sumsel Bertolak ke Tanah Suci Hari Ini
Ia menjelaskan selain faktor cuaca, proses keberangkatan juga tertunda karena penumpang belum dapat melakukan boarding sebelum seluruh kebutuhan katering masuk ke pesawat.
"Saat ini masih menunggu catering yang ketiga belum sampai, sehingga penumpang belum bisa boarding dan menyebabkan keterlambatan dari jadwal semula," jelasnya.
Meski mengalami keterlambatan, pihak bandara memastikan keberangkatan jamaah tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan dan pelayanan penerbangan.
Selain itu, Kloter pertama Embarkasi Palembang menggunakan maskapai Saudi Airlines dengan jenis pesawat Boeing 777.
BACA JUGA:Sekda Palembang Pimpin Pelepasan Jemaah Haji PGRI, Doakan Jadi Haji Mabrur
Terkait dengan durasi penerbangan itu tidak ada perubahan meski terdapat konflik di Timur Tengah. Rute penerbangan tetap dilakukan dari Palembang menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan menuju Arab Saudi
"Pesawat Boeing 777 memiliki keterbatasan tertentu sehingga perlu melakukan pengisian bahan bakar kembali di Kualanamu," kata Syaugi.
Sumber:



