Kedua, mari bahas soal dapur pacu. ThinkPad dirancang khusus untuk keperluan bisnis dengan prosesor Intel vPro dan AMD Ryzen Pro yang lebih powerful.
GPU-nya juga lebih canggih, termasuk NVIDIA Quadro untuk workstation dan RTX series. IdeaPad lebih fokus ke penggunaan sehari-hari dengan spek yang cukup mumpuni.
Pakai GPU standar seperti Intel Iris Xe atau AMD Radeon, kecuali di jajaran gaming yang pakai GPU discrete NVIDIA yang lebih kencang.
3. Display dan Input
Ketiga, kualitas layar kedua seri ini cukup sebanding. ThinkPad menawarkan resolusi Full HD sampai 4K dengan beberapa model yang sudah pakai layar OLED.
BACA JUGA:Trend Hp Flip Meningkat di 2026, Ponsel Konvensional Mulai Dilupakan
Ada juga fitur Dolby Vision HDR di beberapa model premium. Keyboard ThinkPad memang legendaris dengan key travel yang dalam dan trackpoint merah yang unik.
IdeaPad juga punya keyboard yang bagus, tapi tombolnya cenderung lebih shallow dan nggak ada trackpoint seperti ThinkPad.
4. Target Pengguna
Keempat, mari tentukan siapa yang cocok pakai masing-masing laptop. ThinkPad cocok banget buat profesional, pebisnis, atau yang butuh laptop untuk kerja berat.
Mengingat harganya memang premium tapi sebanding dengan kualitas dan fitur yang ditawarkan.
IdeaPad lebih pas buat pelajar, mahasiswa, atau pengguna casual yang butuh laptop untuk aktivitas sehari-hari. Budget-friendly dengan performa yang tetap oke untuk produktivitas umum.
Pilihan antara ThinkPad dan IdeaPad sebetulnya tergantung kebutuhan dan budget kamu. Kalau mau laptop yang tahan lama dan performa tinggi, ThinkPad jawabannya.
Tapi kalau cari yang value for money dengan desain menarik, IdeaPad bisa jadi pilihan tepat.
ThinkPad cocok untuk professional yang butuh performa tinggi dan durability maksimal. IdeaPad lebih pas buat penggunaan sehari-hari dengan budget terbatas tapi tetap dapat kualitas bagus.