Penetapan awal Ramadhan versi pemerintah
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 202 dalam Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H. Musyawarah penetapan awal Ramadan mengacu pada hasil hisab dan rukyat di 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.
Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Nah, data posisi hilal berdasarkan hisab di seluruh wilayah Indonesia, yaitu ketinggian berkisar antara -2°24’42” hingga 0°58’47” (minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik).
Sudut elongasi hilal berada pada rentang 0°56’23” hingga 1°53’36”. Sehingga, secara hisab tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Ramadhan 2026: Belajar Mandiri, Tatap Muka hingga Libur Lebaran
Penetapan awal Ramadhan versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2025. Hal ini tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammdiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 serta penjelasan Majelis Tarjih dan Tajdid Nomor 01/MLM/I.1/B.2025.
Penetapan ini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai metode baru yang kini menjadi acua resmi Muhammadiyah menggantikan metode wujudul hilal. Implementasi KHGT mensyaratkan keterpaduan tiga unsur utama, yang dikenal sebagai Prinsip, Syarat dan Parameter (PSP).
"Salah satu parameter penting adalah terpenuhinya posisi hilal setelah itjimak (konjungsi) dengan ketinggian minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat di mana saja di permukaan bumi, bukan terbatas pada wilayah tertentu," papar pakar Falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi, dalam utas di akun X (dulu Twitter) @muhammadiyah dikutip Rabu, 18 Februari 2026.
untuk awal Ramadan 1447 Hijriah, parameter tersebut telah terpenuhi di Alaska, Amerika Serikat dengan ketinggian hilal 5°23’01” dan elongasi 8°00’06”. Konjungsi (itjimak) awal Ramadan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC atau 19.01 WIB.
BACA JUGA:Tausiah Sambut Ramadhan, DWP Palembang Ajak Anggota Perkuat Adab dan Sunnah
Konjungsi menandai berakhirnya siklus bulan sebelumnya dan menjadi penanda astronomis masuknya bula baru. Setelah matahari terbenam pada hari itu, posisi hilal yang memenuhi parameter KHGT telah tercapai di wilayah Alaska, sehingga Muhammadiyah menetapkan keesokan harinya Rabu, 18 Februari 2026 sebagai awal Ramadan.
Perbedaan awal Ramadhan mesti dimaklumi
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, meminta umat Islam memaklumi perbedaan penetapan awal Ramadan. Perbedaan dalam amaliyah ubudiyah di Indonesia kemungkinan akan berbeda seiring dengan banyaknya Ormas Islam.
Perbedaan diperbolehkan asal tidak menyangkut prinsip dan akidah. Penetapan awal Ramadan sebagai dinamika khazanah keilmuan yang harus dihormati. Sekian penjelasan perbedaan bulan Ramadan sobat radarpalembang.id. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H. Mohon maaf lahir dan batin.