Organisasi Islam besar memiliki pendekatan berbeda, Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal dan telah menetapkan awal Ramadhan pada 18 Februari 2026.
Sedangkan Nahdlatul Ulama (NU) menekankan rukyat sebagai metode utama dan biasanya menunggu keputusan pemerintah.
Kementerian Agama RI melalui kalender Hijriyah memperkirakan 1 Ramadhan jatuh pada 19 Februari 2026, dengan keputusan final tetap melalui sidang isbat.
BACA JUGA:Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Diperpanjang hingga 28 Februari 2026, Cek Link di Sini!
Di Indonesia, penetapan awal Ramadhan dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang melibatkan ormas Islam, ahli falak, dan perwakilan lembaga astronomi.
Metode ini sejalan dengan praktik fikih yang menggabungkan dalil syar’i dan ilmu pengetahuan.
Organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah biasanya menggunakan metode hisab wujudul hilal untuk menetapkan awal Ramadhan lebih awal
Berdasarkan pengumuman resminya, Muhammadiyah menyatakan bahwa awal puasa Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026.
BACA JUGA:121 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, SPPG Purwosari Siap Bertanggung Jawab
Sementara Nahdlatul Ulama menekankan rukyat sebagai metode utama dan biasanya bersamaan dengan keputusan pemerintah.
Namun jika melihat Kalender Hijriyah dari Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026.
Kendati demikian, keputusan resminya tetap menunggu sidang isbat.
Perbedaan pendekatan antara Muhammadiyah, NU dan pemerintah merupakan khazanah fiqih yang telah lama hidup di tengah umat Islam Indonesia.
BACA JUGA:SMA Muhammadiyah 1 Palembang Gelar Smamsa Fun Run 2026, Catat Tanggalnya!
Jadwal Libur Sekolah dan Cuti Bersama
Simak jadwal libur sekolah dan cuti bersama di bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 2026.
Pemerintah telah menetapkan 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama sepanjang 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang diteken pada 19 September 2025.