BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Info Emiten Hari Ini, Laba Bersih BMRI 2025 Rp 56 Triliun hingga BUMN Karya Rampung Semester II-2026

Info Emiten Hari Ini, Laba Bersih BMRI 2025 Rp 56 Triliun hingga BUMN Karya Rampung Semester II-2026

Gedung Bank Mandiri. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI membukukan kenaikan laba bersih 0,93% (yoy) menjadi sebesar Rp56,3 triliun sepanjang tahun 2025. -Bank Mandiri -

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bursa Efek Indonesia atau BEI merilis sejumlah informasi penting emiten hari ini, Jumat 6 Februari 2026.

Pertama, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI membukukan kenaikan laba bersih 0,93% (yoy) menjadi sebesar Rp56,3 triliun sepanjang tahun 2025. 

Perolehan tersebut ditopang oleh kinerja pendapatan bunga bersih yang naik 4,83% (yoy) menjadi Rp106 triliun.

Kedua, PT. Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) akan menerbitkan sebesar Rp2,25 triliun sebagai bagian dari Obligasi Berkelanjutan V. 

BACA JUGA:Info Emiten Hari Ini, SMAR Terbitkan Surat Utang hingga 4 Emiten Jadwalkan Buyback Saham, Ini Daftarnya

BACA JUGA:Info Emiten Hari Ini, Laba Bersih BBNI 2025 Turun 6 Persen dan Alfamart Tambah Investasi Saham Rp35 Miliar

Dana yang diperoleh nantinya setelah dikurangi oleh biaya-biaya akan dialokasikan oleh emiten untuk modal kerja.

Ketiga, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memperoleh fasilitas kredit Rp800 miliar dari Bank ICBC Indonesia dengan tenor 60 bulan. 

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan kebutuhan umum Perseroan.

Danantara menargetkan merger BUMN Karya rampung pada semester II-2026 usai proses impairment dan restrukturisasi utang. 

BACA JUGA:Info Emiten Hari Ini, Capex Tambang SINI Rp 510 Miliar hingga TOWR dan HEAL Siapkan Dana Buyback

BACA JUGA:Info Emiten Hari Ini, BBCA Catat Laba Bersih Rp 57 Triliun hingga TBIG Bakal Terbitkan Obligasi Rp1,27 Triliun

Konsolidasi dilakukan bertahap dalam tiga klaster setelah keuangan perusahaan sehat.

Keempat, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) telah memulai konstruksi pembangkit listrik 680 MW di Halmahera Timur senilai sekitar USD600 juta melalui anak usaha. 

Sumber:

Berita Terkait