Corporate Highlights Hari Ini, Laba Medco Turun 76 Persen di Kuartal I 2025 dan GGRP Catat Rugi USD 5,05 Juta

Selasa 03-06-2025,10:06 WIB
Reporter : David Karnain
Editor : David Karnain

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bursa Efek Indonesia atau BEI merilis data informasi penting sejumlah emiten yang diterima radarpalembang.id, Selasa 3 Juni 2025.

Pertama, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatat penurunan laba bersih sebesar 76,13% menjadi USD17,62 juta pada kuartal I-2025, terutama akibat rugi dari entitas afiliasi AMMN. 

Meski demikian, pendapatan MEDC naik sekitar 0,86%  menjadi USD548,88 juta  dari tahun sebelumnya.

Kedua, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) mencatat rugi bersih sebesar USD5,05 juta per 31 Maret 2025, turun 137,15% dibandingkan tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, Pinago Utama Bakal Bagi Dividen Rp80 per Saham dan Sampoerna Rp 56,2 per Saham

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Rata-rata Transaksi Harian Pekan Lalu Turun Jadi Rp 14 Triliun

Penjualan bersih tercatat sebesar USD43,51 juta atau menurun 63% dari tahun sebelumnya.

Ketiga, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mencatat laba bersih Rp802,87 miliar per 31 Maret 2025, naik 0,68% dari tahun sebelumnya. 

Pendapatan tumbuh 5,26% menjadi Rp3,2 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

Keempat, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) mencatat kinerja keuangan positif pada Kuartal I-2025 dengan pendapatan Rp30,82 miliar dan laba bersih Rp1,25 miliar, naik 40% dibanding tahun sebelumnya. 

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, Bulan Depan BRIS Bagi Dividen Rp 1,05 Triliun dan CITA 1,29 Triliun

BACA JUGA:Corporate Highlights Hari Ini, INCO Bagi Dividen Rp569,2 Miliar hingga MARK Bagi Dividen 90 Persen dari Laba

Peningkatan ini mencerminkan efektivitas strategi pasca-IPO dan akuisisi entitas anak di akhir 2024.

Keempat, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memperoleh fasilitas kredit sindikasi senilai Rp2,6 triliun. 

Untuk mendukungnya, perusahaan mendaftarkan jaminan fidusia berupa mesin dan peralatan senilai Rp2,88 triliun kepada BBCA dan kreditur sindikasi lainnya.

Kategori :