Dalam rituan tradisi pernikahan Tionghoa, orang tua atau keluarga yang dituakan akan mendoakan dan memberi restu, serta memberikan cindramata.
BACA JUGA:CATAT, Jadwal Sembahyang Besar Dewa-Dewi Tahun 2024
Tanda restu yang diberikan biasanya berupa angpao atau perhiasan yang dapat jadi bekal pasangan pengantin. Hal ini juga sebagai tanda restu dari kedua orang tua.
Sesuai namanya, pada acara ini, kedua orang tua akan mendapat suguhan the atau soja dari pasangan pengantin.
Mereka memberi tanda rasa hormat dan terima kasih kepada orang tua yang sudah membesarkan dan mengantarkan ke jenjang pernikahan.
BACA JUGA:Apa itu Ritual Yi Fo? Upacara Jelang Hari Waisak, Berikut Tata Caranya.
6. Pemberkatan Pernikahan
Puncak dari ritual tradisi pernikahan Tinghoa adalah momen pemberkatan. Acara ini biasanya digelar pada pagi jelang siang.
Tempatnya di rumah ibadah sesuai dengan kepecayaan dan agama yang dianut oleh kedua mempelai.
Namun, bagi yang berbeda agama, biasanya ada salah satu yang mengalah. Namun, hal itu tidak mengurangi kehidmatan proses pemberkatan.
BACA JUGA:5 Destinasi Wisata Religi yang Wajib Dikunjungi Saat Libur Waisak, Nomor 3 Ada di Palembang
7. Resepsi Pernikahan
Setelah melalui proses panjang dalam rituan tradisi pernikahan Tionghoa, dilanjutkan dengan acara puncak yaitu resepsi.
Umumnya, acara resepsi pernikahan digelar di gedung-gedung pertemuan atau hotel yang menyiapkan ballroom besar dengan kapasitas yang mampu menampung tamu undangan.
Acara resepsi pun diisi dengan berbagai aktivitas menyenangkan dan penuh kebahagiaan, mulai dari potong kue, menari, menyanyi, dan tuang botol anggur bersama.