Gunung Yamagami

Selasa 12-07-2022,10:56 WIB

Di dalam negeri Abe dipuja. Apalagi oleh golongan kanan.

 

Di luar negeri bervariasi. Di Korea sendiri Abe  kurang populer. Itu karena Abe pernah melancarkan perang dagang dengan Korsel. Yang diserang pun membalas. Amerika yang menengahi dua tetangga yang masih sama-sama senjata Amerika di barisan depan menghadapi Tiongkok . Korsel juga jengkel karena Abe menghapus beban sejarah soal wanita Korea yang dijadikan sasaran seks tentara Jepang selama perang.

 

Bahkan dipertanyakan mengapa Abe demonstratif naik pesawat tempur Jepang ''itu''. Di Jepang, pesawat itu tidak disebut pesawat tempur karena Jepang dilarang Amerika punya angkatan perang. Pesawat yang dipilih ''itu'' dari skuadron yang dulu paling hebat dalam menggempur Korea.

 

Tiongkok lebih tidak simpati lagi pada Abe. Tapi agak keterlaluan: tewasnya Abe sampai disyukuri dan dirayakan. Syukuran itu memang hanya di medsos. Bukan sikap resmi negara. Tapi medsos kan dikontrol pemerintah. Mengapa dibiarkan.

 

Sentimen Tiongkok pada Abe tidak hanya akibat  pemerintahannya. Itu sudah sejak zaman kakeknya.

 

Kakek Abe, Nobusuke Kishi adalah raja ekonomi di satu wilayah yang sekarang disebut Dongbei. Waktu itu Dongbei –kini meliputi provinsi Liaoning, Heilongjiang, dan Jilin-- dijajah oleh Jepang.

 

Kakek Abe di masa perang itu juga menjabat wakil menteri persenjataan di Kabinet Perdana Menteri Hideki Toyo. Setelah Jepang kalah, Amerika menetapkan sang Kakek sebagai penjahat perang kelas A. Dalam perkembangannya sang Kakek diampuni. Anak-anaknya, dan cucu-cucunya, sampai pun Shinzo Abe tetap jadi tokoh nasional yang populer.

 

Lalu Jepang juga dikaitkan dengan pembunuhan massal di Nanjing. Yang dilakukan oleh tentara pendudukan Jepang. Jutaan orang tewas. Jepang dianggap sejajar dengan Nazi di zaman Adolf Hitler.

 

Tags :
Kategori :

Terkait