5 Pegawai BPK Terseret OTT Bupati Muara Enim, Diduga Terima Suap dari Edison
5 pegawai BPK ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Muara Enim, H Edison lantaran diduga turut menerima suap--
RADARPALEMBANG.ID - 5 pegawai BPK ikut terseret dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Muara Enim, H Edison lantaran diduga turut menerima suap.
Jubir KPK Budi Prasetyo menyebut selain Edison, penyidik juga memeriksa tersangka dari swasta, marketing PT Millenium Solusi Abadi (MSA), Cory Erin Hardi (CRH). Cory juga diperiksa terkait OTT para pegawai BPK.
"Benar, untuk menjalani pemeriksaan terkait dengan tangkap tangan dugaan suap pengaturan temuan pemeriksaan BPK di Pemkab Muara Enim," kata dia, Kamis, 11 Juni 2026.
KPK menjelaskan ada lima aparatur sipil negara (ASN) di BPK terjaring operasi tangkap tangan KPK dalam lanjutan penyidikan kasus yang menjerat Bupati Muara Enim, Edison.
BACA JUGA:Bupati Muara Enim Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Disdikbud, Modus Gunakan Rekening Office Boy
BACA JUGA:Kena OTT KPK, Bupati Muara Enim resmi Jadi Tersangka, Tiba di Gedung Merah Putih Pagi Ini
KPK menyebut OTT ini berkaitan dengan pengadaan proyek smart board di Muara Enim.
"Sejauh ini berkaitan dengan untuk menutup temuan-temuan BPK berkaitan dengan pengadaan yang ada di Pemkab Muara Enim, salah satunya pengadaan smart TV tersebut," kata Budi.
OTT ini merupakan kelanjutan dari operasi yang dilakukan terhadap Bupati Muara Enim, Edison.
KPK menjelaskan ada suap yang diberikan Pemkab Muara Enim ke pihak BPK. KPK belum memerinci identitas ASN BPK yang terkena OTT. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status mereka.
Dalam perkara ini, KPK telah menahan 4 orang usai ditetapkan sebagai tersangka. Selain Bupati Muara Enim Edison, ada 3 pihak lainnya yang turut ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, yakni:
BACA JUGA:Kuasa Hukum Bantah Anggota DPRD Muara Enim Kena OTT, Begini Kronologinya
BACA JUGA:Kejati Sumsel: Wakil Bupati PALI Terima Suap Fee Proyek Rp 1 Miliar
1. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026 - Abi Nurwardani.
Sumber:



