7 Tanda Motor Matic Anda Harus Ganti Oli, Cek Segera Sebelum Semakin Parah
Oli atau pelumas sangat dibutuhkan oleh mesin kendaraan bermotor.--
PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Pemilik kendaraan motor khususnya matic, wajib perhatikan jadwal ganti oli motor anda, kalau tidak motor matic anda akan mengalami kendala dan banyak masalah.
Oli atau pelumas sangat dibutuhkan oleh mesin kendaraan bermotor, untuk melumasi komponen mesin guna mengurangi gesekan, mendinginkan suhu mesin, membersihkan kerak karbon, dan melindungi mesin dari karat.
Tanda oli matic (mesin & gardan) motor harus diganti meliputi tarikan mesin berat/kurang responsif, suara mesin kasar/dengung, mesin cepat panas (overheat), dan warna oli berubah menjadi hitam pekat/encer. Idealnya, oli mesin diganti tiap 2.000–4.000 km dan oli gardan tiap 4.000–8.000 km.
Berikut adalah tanda-tanda detail oli matic motor harus segera diganti:
BACA JUGA:Xiaomi Pamer Supercar Terbaru 'Vision GT', Siap Menuju Pasar Global
1. Tarikan Mesin Berat
Jika Anda mulai merasakan penurunan kinerja mesin, seperti kurang responsif saat menekan gas, akselerasi yang lambat, atau suara mesin yang kasar, hal ini bisa menjadi tanda bahwa oli dalam mesin perlu segera diganti.
Oli yang kotor atau teroksidasi dapat mengganggu perpindahan panas dan pelumasan yang optimal sehingga mengakibatkan kinerja mesin yang tidak optimal.
Performa menurun dan akselerasi tidak responsif akibat pelumasan tidak maksimal.
BACA JUGA: Kia’s Next Chapter, Evolusi Kia Carens Menuju Karakter MPV yang Lebih Relevan
2. Suara Mesin Kasar/Bising
Terdengar suara dengung atau gesekan logam dari mesin atau area gardan belakang. Suara mesin kasar dan bising pada motor matic umumnya disebabkan oleh komponen CVT yang aus (roller peyang, v-belt kendor, rumah roller aus), oli mesin kurang/encer, rantai keteng (timing chain) kendor, atau bearing kruk as/rasio yang rusak.
Segera servis CVT, ganti oli, dan periksa komponen internal mesin untuk menghindari kerusakan fatal.
3. Warna Oli Gelap dan Encer
Sumber:


