BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Viral Video Warga Sumsel Diduga Telantar di Kamboja, Gubernur Herman Deru: Waspada Tawaran Kerja Luar Negeri

Viral Video Warga Sumsel Diduga Telantar di Kamboja, Gubernur Herman Deru: Waspada Tawaran Kerja Luar Negeri

Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan, pihaknya tengah melakukan verifikasi menyeluruh terkait video viral yang menampilkan sejumlah warga asal Sumsel diduga terlantar di Kamboja.-humas pemprov sumsel-

SUMSEL, RADARPALEMBANG.ID - Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan, pihaknya tengah melakukan verifikasi menyeluruh terkait video viral yang menampilkan sejumlah warga asal Sumsel diduga terlantar di Kamboja.

Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan sejumlah warga meminta bantuan kepada Gubernur untuk difasilitasi pemulangan ke Indonesia. Informasi awal menyebutkan mereka berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja.

Herman Deru menegaskan, secara resmi Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan Kamboja dalam hal pengiriman tenaga kerja. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi.

“Indonesia tidak memiliki kerja sama pengiriman tenaga kerja dengan Kamboja. Karena itu masyarakat harus waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas prosedurnya,” ujarnya.

BACA JUGA:Panen Udang di Sungai Menang OKI, Gubernur Herman Deru Motivasi Petambak Tingkatkan Produksi dan Daya Saing

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumsel, H. Indra Bangsawan, sebelumnya Pemprov Sumsel telah memfasilitasi pemulangan 13 warga pada 5 Februari lalu setelah masa kontrak kerja mereka berakhir.

Terkait video terbaru, Pemprov Sumsel disebut telah berupaya menghubungi pengunggah melalui pesan langsung dan sambungan telepon. Namun hingga kini belum ada respons.

Herman Deru memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan pelacakan guna memastikan identitas serta keberadaan warga yang tampil dalam video tersebut.

“Kita harus memastikan kebenarannya terlebih dahulu, termasuk identitas dan kondisi mereka. Setelah itu, langkah yang diambil akan disesuaikan agar tepat sasaran,” tegasnya.

Sumber:

Berita Terkait