BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Angkutan Batubara Kembali Tabrak Jembatan Lalan, 2 Tiang Pancang Ambruk

Angkutan Batubara Kembali Tabrak Jembatan Lalan, 2 Tiang Pancang Ambruk

Diduga angkutan batu bara kembali menabrak Jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan yang mengakibatkan 2 tiang pancang ambruk--sumateraekspres.id

RADARPALEMBANG.ID - Diduga angkutan batu bara kembali menabrak Jembatan P6 Lalan di Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan yang mengakibatkan 2 tiang pancang ambruk.

Pristiwa tertabraknya jembatan lalan oleh angkutan batubara tersebut dibenarkan oleh Asisten I Sumsel Apriyadi.

"Iya benar (tiang pancang roboh). Rencananya, kami tanggal 19 Februari 2026 akan rapat untuk menindaklanjuti hal ini," ujar Apriyadi saat di konfirmasi, Selasa, 17 Februari 2026.

Akibat ambruknya 2 tiang pancang tersebut bakal  mempengaruhi menghambat progres pembangunan jembatan lalan.

BACA JUGA:Mendinginkan Suhu di Bayung Lencir: Disnakertrans Muba Fasilitasi Mediasi Panas Soal Bonus di PT PWS

BACA JUGA:Kupas Jalur Hukum Perselisihan Kerja: Kadisnakertrans Muba Edukasi Publik soal UU PPHI dan Putusan MK Terbaru

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Musni Wijaya mengatakan akan mengambil langkah tegas pasca dua kali kejadian tiang pancang ambruk akibat angkutan batu bara.

Mengingat pristiwa ini telah berulang, setelah sebelumnya terjadi beberapa pekan lalu atau pada 22 Januari 2026.

Dia menyebut, akan memanggil sejumlah pihak terkait insiden itu. "Perusahaan penabrak dan pemda akan kita panggil, " katanya.

Diketahui, tiang Jembatan P6 Lalan yang dibangun Pemkab Muba ditabrak tongkang batu bara pada Agustus 2024. Akibat tabrakan itu, bentang tengah jembatan ambruk.

BACA JUGA:Spektakuler, Final Race Skyland Prix 2025 di Muba Berjalan Sukses

BACA JUGA:Peparprov ke-5 Resmi Dibuka, Apresiasi Tinggi untuk Pemkab Muba Berhasil jadi Tuan Rumah

Pemprov Sumsel bersama Pemkab Muba pada saat itu meminta perusahaan penabrak bertanggung jawab. Termasuk sejumlah perusahaan yang memanfaatkan alur Sungai Lalan dimintai kontribusinya.

Perusahaan-perusahaan itu tergabung dalam AP6L atau Asosiasi Pengguna Alur Sungai Lalan.

Sumber:

Berita Terkait