BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

121 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, SPPG Purwosari Siap Bertanggung Jawab

121 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, SPPG Purwosari Siap Bertanggung Jawab

121 siswa SMA 2 Kudus diduga mengalami keracunan usai menyantap menu soto dalam Makan Bergizi Gratis (MBG).--

RADARPALEMBANG.ID - 121 siswa SMA 2 Kudus diduga mengalami keracunan usai menyantap menu soto dalam Makan Bergizi Gratis (MBG).

Suasana mencekam terjadi di SMA 2 Kudus, setalah ratusan siswa mengalami muntah, sesak napas, bahkan pingsan pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dari keterangan Kepala SMAN 2 Kudus, Nur Afifuddin hal tersebut bermula ketika pada hari sebelumnya Rabu, 28 Januari 2026 saat sebanyak 1.276 murid dan guru mengonsumsi MBG yang didistribusikan oleh SPPG Purwosari.

Menu MBG berupa soto ayam yang dibagikan ke SMA 2 Kudus pada hari itu berupa nasi, tauge matang, ayam suwir, kuah soto, tempe goreng, sambal kecap, dan buah kelengkeng.

BACA JUGA:MBG Buat Harga Pangan di Palembang Susah Turun, Ini Solusi Dinas Perdagangan

BACA JUGA:Perawatan Pribadi dan MBG Sumbang Andil Inflasi Oktober 2025, BPS: Sumsel Inflasi 3,49 Persen YoY

“Pada saat itu, sampel dibuka oleh petugas tidak ada masalah, maka dari itu langsung dibagikan,” kata Nur saat dihubungi melalui ponsel.

Gejala keracunan mulai muncul pada malam hari setelah konsumsi MBG, murid dan guru mulai mengalami diare, mual, muntah, dan pusing.

Kondisi pun tersebut berlanjut hingga keesokan harinya ketika para siswa tetap beraktivitas di sekolah. Pada Kamis pagi kondisi kesehatan siswa justru memburuk.

“Pagi ini siswa dan guru masih berangkat. Pukul 07.30 anak-anak mulai banyak yang izin ke kamar mandi. Keadaan memburuk dengan banyak siswa yang antre di kamar mandi sekolah.

BACA JUGA:DPR RI dan BGN Gelar Sosialisasi Program MBG di Desa Mulyo Agung Sumsel

BACA JUGA:Keracunan MBG Pertama di Palembang, Ratu Dewa Minta Maaf, Janji Lakukan Evaluasi dan Perketat Pengawasan

Perut sakit, mules, pusing dan mual,” ungkap Nur.

Pihak sekolah kemudian menghubungi SPPG Purwosari dan melibatkan tim medis dari puskesmas untuk penanganan sementara di lingkungan sekolah.

Sumber: