BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Sumsel Siaga Penuh, Estimasi Pemudik Capai 143,9 Juta Orang

Sumsel Siaga Penuh, Estimasi Pemudik Capai 143,9 Juta Orang

Sekda Provinsi Sumsel H Edward Candra mengikuti Rakor Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri secara daring dari Mapolda Sumsel, Senin 2 Maret 2026.-humas pemprov sumsel-

SUMSEL, RADARPALEMBANG.ID - Sumsel siaga penuh persiapan mudik lebaran 2026.

Pemerintah Provinsi Sumsel mematangkan strategi pengamanan dalam menyambut arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H Edward Candra mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri secara daring dari Mapolda Sumsel, Senin 2 Maret 2026.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Agenda ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kesiapan kementerian, lembaga, TNI/Polri, hingga pemerintah daerah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Lebaran 2026.

BACA JUGA:Sumsel Surplus Energi, Herman Deru Tekankan Optimalisasi CSR dan Manfaat Energi untuk Masyarakat

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, dalam arahannya mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, estimasi pergerakan masyarakat pada mudik tahun ini mencapai 143,9 juta orang. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.

Ia menegaskan, tantangan utama mudik tahun ini adalah faktor cuaca. Periode mudik yang bertepatan dengan puncak musim penghujan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

“Keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Kita harus menghindarkan masyarakat dari risiko kecelakaan, kriminalitas, hingga bencana alam melalui mitigasi yang terintegrasi,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hambatan di lapangan, pemerintah menetapkan sejumlah fokus utama. Pertama, mitigasi bencana dengan respons cepat melalui Satgas Gabungan yang terdiri atas Polri, BPBD, Basarnas, dan Dinas Pekerjaan Umum. Satgas ini disiagakan di tingkat Polres dengan target waktu respons kurang dari 30 menit apabila terjadi longsor atau banjir.

BACA JUGA:Tinjau PLTU Sumbagsel-1, Herman Deru Instruksikan Adopsi Program Pemanfaatan FABA di Seluruh Sumsel

Kedua, peningkatan keselamatan pemudik sepeda motor melalui screening ketat di titik keberangkatan utama. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghindari mudik jarak jauh menggunakan sepeda motor, terutama yang membawa anak kecil, serta memanfaatkan program mudik gratis yang disediakan.

Patroli intensif juga akan ditingkatkan di jalur arteri dan rest area. Selain itu, sebanyak 6.859 masjid akan dioptimalkan sebagai safe point atau titik aman bagi para pemudik.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan agar seluruh jajaran tidak meremehkan situasi meskipun terdapat fluktuasi data pergerakan masyarakat. Ia meminta setiap keputusan rekayasa lalu lintas, seperti contraflow atau one way, didasarkan pada data real-time melalui perhitungan volume capacity ratio (V/C ratio).

“Tampilkan wajah Polri yang melayani. Lakukan penegakan hukum secara persuasif dan edukatif. Pastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan responsif,” ujarnya.

Sumber:

Berita Terkait