BANNER BSB
Banner Honda PCX 160 2025

Domestic Highlights Hari Ini, Anggaran Makan Gratis Turun 22 Persen, Peringkat Daya Saing RI Anjlok

Domestic Highlights Hari Ini, Anggaran Makan Gratis Turun 22 Persen, Peringkat Daya Saing RI Anjlok

Indonesia menurunkan anggaran program makan gratis menjadi Rp350 triliun, turun 22% dari proyeksi awal. --

PALEMBANG, RADARPALEMBANG.ID - Bursa Efek Indonesia atau BEI merilis sejumlah informasi penting terangkum dalam domestic highlights hari ini, Kamis 26 Juni 2025.

Perkembangan dari pasar saham domestik menunjukkan IHSG pada Rabu (25/6) ditutup melemah 0,54% (dtd) ke posisi 6.832,14 dari penutupan sebelumnya pada level 6.869,17. 

"Nilai transaksi pada hari kemarin sebesar Rp12,98 triliun, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp13,28 triliun," tulis BEI dalam laporannya yang diterima radarpalembang.id.

Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp931,19 miliar. 

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Kemenaker Rilis Jumlah PHK Juni 2025 Melonjak, Bansos Ditambah Rp 11,93 Triliun

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Mitigasi Tarif AS, RI Bidik Ekspor Afrika, Amerika latin, Eurasia dan Uni Eropa

"Secara akumulatif, investor asing membukukan net sell senilai Rp55,23 triliun sejak awal tahun," tulis BEI.

Rupiah berdasarkan kurs Bloomberg terapresiasi ke level Rp16.290/USD dari sebelumnya Rp16.350/USD.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia atau BEI juga merilis beberapa perkembangan dari dalam negeri lainnya yang terangkum dalam domestic highlights.

Pertama, Indonesia menurunkan anggaran program makan gratis menjadi Rp350 triliun, turun 22% dari proyeksi awal. 

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, Suku Bunga BI-Rate Bertahan, Proyek 3 Juta Rumah Danantara via Himbara

BACA JUGA:Domestic Highlights Hari Ini, BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025, Kinerja Sektor Mamin Terkini

Penyesuaian tersebut memberi ruang fiskal dan meredakan kekhawatiran defisit di tengah proyek besar Pemerintahan Presiden Prabowo.

Kedua, Kemenperin RI rilis Anjloknya peringkat daya saing RI merupakan bagian dari polemik perang tarif AS. 

Sumber:

Berita Terkait